Pagi Ini, RS Polri Terima 56 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kedokteran forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati membawa kantong jenazah ke dalam Posko CT Scan Post Mortem, RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Ahad, 10 Januari 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Petugas kedokteran forensik Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati membawa kantong jenazah ke dalam Posko CT Scan Post Mortem, RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Ahad, 10 Januari 2021. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 56 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, puluhan kantong jenazah itu sudah diterima oleh tim.

    “Sampai pukul 09.00 WIB ini juga, Tim DVI (Disaster Victim Identification) telah menerima 56 kantong jenazah dan juga tiga kantong properti,” ujar Rusdi melalui konferensi pers daring pada Selasa, 12 Januari 2021.

    Selain itu, tim DVI juga telah menerima 58 sampel DNA dari keluarga korban. Rusdi mengatakan, Tim DVI Polri akan mulai melakukan proses identifikasi terhadap puluhan kantong jenazah tersebut, serta hal lain yang berhubungan dengan insiden kecelakaan.

    ADVERTISEMENT

    “Tugas-tugas ke depan dari anggota akan melaksanakan kegiatan identifikasi terhadap kantong jenazah ini,” ucap Rusdi.

    Sebagaimana diketahui, pesawat Sriwijaya Air dengan rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak di Kepulauan Seribu tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada 9 Januari 2021. Pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.