Jubir Jokowi Sebut Reshuffle untuk Tuntaskan Visi Misi Indonesia Maju

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman, menunjukkan kartu pengenalnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Staf Khusus Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Presiden Joko Widodo Fadjroel Rachman, menunjukkan kartu pengenalnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 22 Oktober 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah melakukan reshuffle enam menteri di Kabinet Indonesia Maju pada Rabu, 23 Desember 2020. Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan perombakan ini dilakukan untuk menuntaskan visi dan misi kabinet.

    "Kabinet Indonesia Maju bersama-sama sebagai kesatuan tim kerja akan menuntaskan visi sekaligus legacy (warisan) Presiden Joko Widodo dan Wapres Maruf Amin yaitu terwujudnya Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian, berlandaskan gotong royong," kata Fadjroel dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 Desember 2020.

    Fadjroel mengatakan misi Nawacita serta lima prioritas kerja (panca karya) yaitu: Pembangunan Sumber Daya Manusia; Pembangunan Infrastruktur; Penyederhanaan Regulasi; Penyederhanaan Birokrasi; dan Transformasi Ekonomi, juga akan dilaksanakan.
    Kabinet, kata dia, juga akan menuntaskan program Ibukota Negara baru di Bukit Sepaku, Penajam, Kalimantan Timur; melaksanakan UU Cipta Kerja dan menuntaskan vaksinasi gratis Covid-19.

    Fadjroel mengingatkan pada pelantikan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 silam, Jokowi memberikan tujuh perintah. Yakni jangan korupsi dan ciptakan sistem yang menutup celah terjadinya korupsi; Tidak ada visi- misi menteri, yang ada visi-misi presiden - wakil presiden; Kerja cepat, kerja keras, dan kerja produktif; Jangan terjebak rutinitas yang monoton; Kerja berorientasi pada hasil nyata, tugas kita bukan hanya menjamin sent, tapi delivered; Selalu cek masalah di lapangan dan temukan solusinya; dan Semuanya harus serius dalam bekerja.

    Seiring dengan serangan Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020, Fadjroel mengatakan pemerintah juga menekankan komitmen baru, yakni memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.

    "Presiden selalu menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia disiplin melaksanakan protokol kesehatan 3M: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan," kata Fadjroel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.