Kecuali Jawa Tengah, DPW PPP Minta Aklamasi Pilih Suharso Ketua Umum

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani saat menerima kunjungan audiensi delegasi Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Se-Indonesia di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa, 19 November 2019.

    Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani saat menerima kunjungan audiensi delegasi Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Se-Indonesia di ruang kerja Wakil Ketua MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta pada Selasa, 19 November 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan atau PPP kompak meminta aklamasi untuk memilih Suharso Monoarfa menjadi ketua umum PPP periode lima tahun mendatang. Menurut informasi yang dihimpun Tempo, hanya DPW PPP Jawa Tengah yang tak meminta aklamasi.

    "Ya betul," kata Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani ketika dikonfirmasi, Sabtu, 19 Desember 2020. Meski begitu, Arsul mengatakan mekanisme pemilihan ketua umum secara aklamasi atau voting masih didiskusikan.

    Sinyal aklamasi ini sebenarnya telah terlihat sebelumnya. Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar PPP Achmad Baidowi mengatakan, dalam Rapat Pimpinan Wilayah sebelumnya, banyak DPW yang menyatakan dukungan untuk Suharso bahkan meminta aklamasi.

    Kemudian dalam pembacaan pandangan umum menanggapi laporan Pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dan Sekjen PPP Arsul Sani, DPW-DPW juga menyatakan meminta aklamasi memilih Suharso.

    "Kami mengklamasikan Bapak Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum DPP PPP 2020-2025," kata Ketua DPW PPP NTT Djamaludin Lonek yang mengikuti muktamar dari zona Makassar 2, dikutip dari keterangan tertulis.

    Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur Abdul Rasyid yang mewakili zona Surabaya. Dalam pandangannya, Rasyid menyebut kepengurusan nanti harus mengantisipasi tantangan yang muncul di masa mendatang.

    Salah satunya ialah potensi kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen. Oleh karena itu, kata dia, PPP membutuhkan pemimpin yang teruji dan hal itu ada pada sosok Suharso.

    "Dengan mengucap bismillah mengusulkan dan memilih dan menetapkan Suharso Monoarfa secara aklamasi untuk menjadi ketua umum PPP," kata Rasyid.

    Begitu juga pandangan dari Sekretaris DPW PPP Kalimantan Timur Gamalis yang mengikuti muktamar dari zona Samarinda. "Dengan menyebut nama Allah SWT bismillahirrohmanirrohim bersepakat bulat untuk mendukung dan mengusung Bapak Dr Ir J Suharso Monoarfa untuk menjadi ketua umum DPP periode 2020-2025," ucap Gamalis.

    Sebelumnya, sebanyak 20 dari 35 Dewan Pimpinan Cabang PPP di Jawa Tengah menyatakan mendukung Taj Yasin Maimoen sebagai calon ketua umum. Dalam Rapat Pimpinan Wilayah pada Ahad, 13 Desember 2020 itu, ada juga dukungan sebagian DPC terhadap politikus Gerindra Sandiaga Uno dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

    Kendati begitu, Rapimwil akhirnya menyepakati nama Gus Yasin sebagai kandidat yang akan diusulkan kepada DPP PPP untuk dipilih menjadi calon ketua umum PPP.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.