Hanya Indonesia yang Klaim Pilkada Kendalikan Covid dan Jadi Stimulus Ekonomi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi TPS Pilkada. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi TPS Pilkada. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, mengatakan hanya Indonesia yang menarasikan Pilkada 2020 bisa menjadi stimulus ekonomi dan momen pengendalian Covid-19.

    "Saya riset dengan pakar pemilu global, satu-satunya yang menarasikan pilkada bisa menjadi stimulus ekonomi itu hanya Indonesia," kata Titi dalam diskusi Perspektif Indonesia, Sabtu, 12 Desember 2020.

    Narasi pilkada sebagai stimulus ekonomi dan momen pengendalian Covid-19 sebelumnya pernah disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

    Dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional bersama kementerian dan lembaga, Tito menyebut pilkada merupakan program padat karya yang dapat menjadi stimulus untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Titi menilai, alasan pemerintah, KPU, dan DPR memutuskan Pilkada 2020 digelar pada 9 Desember adalah pragmatis. Ia menduga, faktor pertimbangan terbesarnya adalah karena tidak mau masa jabatan kepala daerah terpotong.

    Sebab, dengan skenario sekarang, kepala daerah akan yang terpilih saat ini akan menjabat sampai pilkada serentak berikutnya, yaitu November 2024. "Aturan formalnya, pilkada itu November 2024. Dengan demikian kalau pilkada bergeser, ada pertaruhan masa jabatan itu makin sedikit, makin pendek," ujar Titi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.