Gubernur Erzaldi Paparkan Potensi Gaharu Bangka Belitung

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • INFO NASIONAL-- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman memaparkan potensi budi daya gaharu Bangka Belitung kepada para peserta Webinar Bincang Seru bertema "Sejuta Manfaat Mikroorganisme bagi Hutan dan Lingkungan" melalui daring, Senin (30/11). 
     
    Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Litbang dan Inovasi) itu, Gubernur Erzaldi Rosman menjelaskan bahwa, Indonesia adalah salah satu negara penghasil gaharu yang memiliki biodiversitas atau jenis-jenis pohon penghasil gaharu terbesar di dunia, yaitu kurang lebih 15 spesies gaharu. 
     
    "Namun demikian saat ini komoditi gaharu di Indonesia masih tergantung pada gaharu alam yang diyakini dapat merusak alam karena, diambil dari pohon-pohon yang masih sangat aktif dan apabila ini didiamkan akan sangat mengganggu kelestarian lingkungan," ujar Ketua Forum Petani Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia tersebut.
     
    Oleh sebab itu Erzaldi bersama Forum Petani Gaharu Tanaman Rakyat Indonesia telah mengembangkan budi daya gaharu, terlebih di Kepulauan Bangka Belitung. 
     
    Melalui forum ini juga diharapkan Pemerintah Republik Indonesia khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dapat mengakui komunitas ini. "Sehingga pada saat ekspor nanti dapat lebih bersaing dengan gaharu alam tentunya, melalui regulasi yang menguntungkan petani gaharu budi daya," kata Erzaldi. 
     
    Dalam rangka pengembangan budi daya gaharu, juga dibutuhkan sinergi dari semua pihak terkait ilmu pengetahuan dan teknologi pengembangannya. Dengan sinergitas pemda, pemkab, para petani budi daya gaharu, termasuk para peneliti Litbang dan Inovasi LHK RI ini, budi daya gaharu akan dapat memberikan kontribusi yang sangat nyata bagi masyarakat dan menghargai kelestarian alam. 
     
    Selain gaharu, Gubernur Erzaldi juga menjelaskan potensi jamur/kulat Pelawan Bangka Belitung kepada para peserta webinar. 
     
    Kepala Puslitbang dan Inovasi Hutan, Kirsfianti L. Ginoga dalam pengantarnya menyampaikan hutan di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati mulai dari ekosistem, vegetasi, dan fauna lainnya tidak terlepas dari asosiasi yang kuat dan erat, yang menopang aliran dan siklus mikroorganisme di lantai-lantai hutan. "Mikroorganisme tersebut menunjang vegetasi hutan yang menghasilkan simbiosis mutualisme," ucapnya.
     
    Selain itu lanjutnya, vegetasi hutan juga menunjang termasuk nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan sebagai bahan baku pabrik yaitu sumber bahan baku obat, pupuk hayati, energi terbarukan, kosmetik, pangan, sumber daya genetik, dan bahkan nilai-nilai jasa lingkungan berupa mitigasi dalam perubahan iklim.
     
    "Salah satu yang saat ini pihaknya kembangkan adalah produk gaharu sebagai bahan pembuatan hand sanitizer dan hand soap yang diyakini dapat menangkal virus," kata Kirsfianti. 
     
    Para peserta dalam kegiatan ini juga akan mendapat pemaparan narasumber dari Puslitbang dan Inovasi LHK, Profesor Riset, Maman Turjaman dan Asep Hidayat; serta Direktur PT Green Planet Indonesia, Ricksy Prematury.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.