Jokowi: Tingkat Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lebih Rendah dari Rata-rata Dunia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasien COVID-19 menunggu penjemputan dirinya ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    Pasien COVID-19 menunggu penjemputan dirinya ke Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020. ANTARA/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sudah ada perbaikan dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020, Jokowi mengatakan per 25 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada di angka 16,08 persen.

    "Ini lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,73 persen," kata Jokowi saat membuka ratas mengenai rencana pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi tersebut.

    Sementara itu, dibandingkan bulan yang lalu, Jokowi mengatakan rata-rata kematian di Indonesia juga menurun dari 3,83 persen menjadi 3,41 persen. Meskipun demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dari rata-rata kematian dunia.

    "Ini masih sedikit lebih tinggi dari rata-rata kematian dunia yang mencapai 2,68 persen," kata Jokowi.

    Adapun rata-rata kesembuhan di Indonesia menurut Jokowi juga mengalami peningkatan, yakni mencapai 80,51 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia di angka 73,60 persen.

    "Tiga hal ini saya kira perlu diketahui oleh kita semua sehingga kerja keras yang kita lakukan betul-betul menghasilkan angka-angka yang tadi saya sampaikan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-Ciri Tabung Spesial Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 membutuhkan tabung yang terbuat dari kaca spesial untuk penyimpanannya. Seperti apakah ciri-ciri kaca itu? Berikut detailnya.