Gus Nur Pernah Divonis Bersalah Karena Hina NU, Ini Kasusnya

Reporter

Imam Hamdi

Minggu, 25 Oktober 2020 08:02 WIB

Sugi Nur Raharja dibawa masuk mobil petugas setelah divonis 1 tahun 6 bulan di PN Surabaya, 24 Oktober 2019. TEMPO/kukuh s wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap Sugi Nur Raharja atau akrab disapa Gus Nur karena diduga menyebarkan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Bukan sekali ini saja Sugi Nur berurusan dengan hukum. Pada 2018, ia juga pernah terbelit perkara yang sama. 

Kasus Sugi Nur pertama berawal saat ia mengunggah vlog berjudul 'Generasi Muda NU Penjilat' di Youtube pada 20 Mei 2018. Atas unggahannya itu Nur Sugi dilaporkan ke Polda Jawa Timur oleh pengurus NU Surabaya.

Dia dijerat dengan Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara kepada Sugi Nur Raharja alias Gus Nur, Kamis, 24 Oktober 2019.

Dalam amar putusannya, majelis hakim yang dipimpin Slamet Riyadi menyatakan Sugi Nur Raharja terbukti bersalah mentransmisikan dan dapat dilihatnya konten penghinaan yang diatur dalam Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang atau UU ITE. Hukuman tersebut lebih enteng dari tuntutan jaksa, yakni 2 tahun.

Dalam nota putusan majelis disebutkan bahwa Gus Nur mengunggah video ceramah berdurasi 28 menit 26 detik di akun Facebook dan chanel Youtube berjudul Generasi Muda NU Penjilat. Dari durasi tersebut, yang jadi materi perkara hanya potongan materi ceramah berdurasi 1 menit 26 detik.

Pada bagian itu Sugi Nur menanggapi postingan akun dengan nama Generasi Muda NU yang memasukkan dia sebagai salah satu dari 28 ustad bermasalah karena berpaham radikal dan beraliran wahabi.

Majelis menilai ucapan Sugi Nur yang berbunyi, “He Generasi Muda NU taek (taik). Aku wis mblenek (sudah bosan). Jangan-jangan kamu penjual nasi goreng. Kalau kamu wanita lebih cantik mana sama istri-istriku? Kalau kamu laki-laki lebih ganteng mana sama aku? Jangan-jangan ekonomimu lebih jelek dari aku, jangan-jangan (kamu) kere. Ayo buka-bukaan, ayo adu ceramah. Banyak mana (jemaah) yang datang, aku atau kamu,” mengandung penghinaan dan ujaran kebencian.

Menurut majelis, berdasarkan keterangan saksi ahli bahasa, kata-kata ‘He Generasi Muda NU taek’ bernada penghinaan kepada anak keturunan anggota ormas Nahdlatul Ulama. Kata-kata itulah yang dipermasalahkan oleh saksi pelapor dari Pengurus Wilayah NU Jawa Timur. “Terdakwa dinyatakan bersalah,” kata Slamet Riyadi.

Sugi Nur mengatakan menghormati putusan hakim. Namun ia menyesalkan hakim hanya fokus pada video yang berdurasi 1 menit 26 detik itu. Ia juga kecewa hakim tak mencari siapa akun Generasi Muda NU dan mengecek silang 28 ustad yang dianggap radikal.

“Total kounter saya pada akun Generasi Muda NU itu 4 menit, kenapa lainnya dipotong. Kalau dilihat utuh, pasti hakim paham konteksnya. Saya tak menyebut generasi muda NU (sebagai anak turun NU), tapi akun Generasi Muda NU,” kata dia yang akan segera mengajukan banding.

Selang setahun vonis kasus di Surabaya, Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Sugi Nur Raharja mencokok Gus Nur di rumahnya di Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 24 Oktober 2020. Ia juga telah ditetapkan sebagai tersangka. "Ya betul, atas laporan dari NU dan sedang dalam perjalanan dibawa ke sini (Gedung Bareskrim Polri)," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat dihubungi pada Sabtu, 24 Oktober 2020.

Gus Nur ditangkap polisi segelah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon melaporkan dia ke polisi pada 21 Oktober 2020. Ketua PCNU Kota Cirebon Aziz Hakim menyatakan bahwa Gus Nur telah berkali-kali melakukan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama.

"Tentu kami merasa ini tidak boleh didiamkan, perlu kami mintai pertanggungjawaban Gus Nur. Oleh karena itu kami mencoba melapor ke Bareskrim Polri," ujar dia usai membuat laporan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada 21 Oktober 2020.

Laporan PCNU Kota Cirebon itu pun diterima polisi dengan nomor LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020. Atas perbuatannya, Gus Nur pun disangkakan dengan Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE Jo Pasal 310 KUHP.

Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad mendesak penegakan hukum tidak hanya dialamatkan kepada Nur Sugi, tapi juga pihak yang meproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian melalui kanal YouTube dimaksud. "Kami percaya, Polri akan melalukan penagakan hukum secara adil. Warga NU juga tidak perlu terpancing dan melakukan tindakan yang tidak perlu," ujarnya.






KNPI Jakarta Desak Pemerintah Provinsi DKI Cabut Izin Usaha Holywings Indonesia

2 hari lalu

KNPI Jakarta Desak Pemerintah Provinsi DKI Cabut Izin Usaha Holywings Indonesia

Sekretaris KNPI DKI Jakarta Muhammad Akbar Supratman, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut izin usaha Holywings.


Kondisi Holywings Malam Ini setelah Promo Minuman untuk Muhammad dan Maria, Ada Rantai dan Gembok

2 hari lalu

Kondisi Holywings Malam Ini setelah Promo Minuman untuk Muhammad dan Maria, Ada Rantai dan Gembok

Outlet Holywings Indonesia di sejumlah lokasi terlihat masih ditutup hingga malam akhir pekan ini, Sabtu, 25 Juni 2022.


Mengapa Promo Minuman Alkohol Holywings Sasar Nama Muhammad dan Maria, Polisi Sedang Selidiki

2 hari lalu

Mengapa Promo Minuman Alkohol Holywings Sasar Nama Muhammad dan Maria, Polisi Sedang Selidiki

Polisi belum menetukan tersangka baru dalam kasus promo yang dikeluarkan Holywings Indonesia. Promo itu memberikan botol minuman beralkohol gratis bagi yang bernama Muhammad dan Maria.


Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

4 hari lalu

Saran Pengamat Jika PDIP Ingin Menggandeng Basis Suara Massa Islam di Pemilu 2024

Pengamat menyatankan PDIP mesti mendekati lagi ormas berbasis Islam dari akar rumput sampai ke pengurus elit. Sementara itu PDIP juga melirik PKB untuk digandeng dalam Pemilu 2024.


NU DKI Jakarta Diminta Jadi Barometer NU se-Indonesia

5 hari lalu

NU DKI Jakarta Diminta Jadi Barometer NU se-Indonesia

Warga Islam di DKI Jakarta umumnya adalah penganut dan pengamal ajaran ahlussunnah waljamaah


PBNU Akan Gelar 250 Halaqah untuk Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Harlah NU

6 hari lalu

PBNU Akan Gelar 250 Halaqah untuk Muktamar Internasional Fiqih Peradaban di Harlah NU

PBNU akan menggelar ratusan halaqah sebagai persiapan Muktamar Internasional Fikih Peradaban pada awal Februari 2023 nanti sebagai bagian kegiatan menjelang 100 Tahun Nadhatul Ulama.


Gus Yahya: Gagasan Ulama Indonesia Dibutuhkan Masyarakat Dunia

6 hari lalu

Gus Yahya: Gagasan Ulama Indonesia Dibutuhkan Masyarakat Dunia

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan gagasan yang dilahirkan oleh kiai dan ulama juga dibutuhkan oleh masyarakat dunia.


Erick Thohir Minta Doa Restu Kiai dan Ulama Agar Peringatan Satu Abad NU Sukses

7 hari lalu

Erick Thohir Minta Doa Restu Kiai dan Ulama Agar Peringatan Satu Abad NU Sukses

Erick Thohir memohon doa restu kepada para kiai, ulama, dan para santri agar acara Peringatan Satu Abad NU berlangsung sukses.


Segel Tempat Spa Penyelenggara 'Bungkus Night', Polisi: Bau Ajakan Pornografi

7 hari lalu

Segel Tempat Spa Penyelenggara 'Bungkus Night', Polisi: Bau Ajakan Pornografi

Polisi menyegel tempat spa dan pijat yang menyelenggarakan acara 'Bungkus Night' di Jakarta Selatan yang viral di media sosial.


Ungkap Peran 5 Tersangka 'Bungkus Night', Polisi: Artinya Hubungan Intim

7 hari lalu

Ungkap Peran 5 Tersangka 'Bungkus Night', Polisi: Artinya Hubungan Intim

Polisi telah menetapkan lima orang tersangka dari kasus viral di media sosial bertajuk 'Bungkus Night'.