Ini Alasan Gubernur Sumbar Minta Tenaga Kesehatan Rutin Pemeriksaan Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Barat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan Shalat Shubuh berjamaah bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di Masjid Raya Sumatera Barat, Jl. Khatib Sulaiman, Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Kamis pagi, 21 Februaru 2019.

    Di sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Sumatera Barat, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan Shalat Shubuh berjamaah bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno di Masjid Raya Sumatera Barat, Jl. Khatib Sulaiman, Padang Utara, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Kamis pagi, 21 Februaru 2019.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meminta tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien di rumah sakit rutin menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi penularan COVID-19.

    "Tenaga kesehatan adalah ujung tombak dalam penanganan COVID-19. Namun dalam melaksanakan tugas mereka juga rentan terpapar karena itu harus rutin tes," katanya, Sabtu 17 Oktober 2020.

    Pemeriksaan rutin, menurut dia, merupakan bagian dari upaya pengecekan kondisi kesehatan guna meminimalkan risiko penularan COVID-19.

    Kalau rutin menjalani tes untuk memastikan tubuhnya tidak terserang COVID-19, tenaga kesehatan bisa pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga tanpa kekhawatiran akan menularkan virus kepada anggota keluarga.

    Gubernur mengemukakan bahwa kalau tenaga kesehatan yang tertular virus corona semakin banyak, maka upaya penanggulangan COVID-19 bisa terganggu.

    "Kita berharap hal ini tidak terjadi," katanya.

    Direktur Utama RSUP M. Djamil Padang Yusirwan mengatakan bahwa sejak awal pandemi hingga saat ini total ada 260 tenaga kesehatan di rumah sakitnya yang tertular COVID-19.

    Ia menengarai 90 persen kasus penularan virus corona pada tenaga kesehatan tidak terjadi saat mereka memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi terjadi setelah jam kerja karena mereka tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan selepas bekerja.

    "Ini menjadi evaluasi bagi kita tenaga kesehatan agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya. 
    #Cucitangan, #Jagajarak, #Pakaimasker


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Traveling saat Pandemi Covid-19

    Berikut tips untuk tetap waspada pandemi Covid-19 meski sedang liburan.