Buntut Konser Dangdut Kota Tegal, Kapolda Jateng: Patuhi Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana konser musik dangdut yang digelar di tengah pandemi, di Lapangan Tegal Selatan, Jawa Tengah, Rabu, 23 September 2020. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Suasana konser musik dangdut yang digelar di tengah pandemi, di Lapangan Tegal Selatan, Jawa Tengah, Rabu, 23 September 2020. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Semarang -Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Ahmad Luthfi mengimbau masyarakat untuk taat terhadap protokol kesehatan pasca insiden konser dangdut di Kota Tegal

    Khususnya usai insiden adanya pergelaran konser dangdut di Tegal Selatan di tengah pandemi Covid-19.

    "Kiranya ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga untuk masyarakat, bahwa di tengah covid-19, harus mengedepankan protokol kesehatan. Sebagaimana kebijakan pemerintah yang telah dilakukan,” ujar Luthfi melalui keterangan tertulis pada Selasa, 29 September 2020.

    Baca juga : Ganjar Tegur Wali Kota Tegal yang Gelar Konser Dangdut

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Wasmad Edi Susilo menggelar hajatan dengan konser dangdut yang dihadiri ribuan orang di lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal, pada 23 September 2020. Acara dangdutan tersebut diduga tidak memperoleh izin dari kepolisian karena menghadirkan banyak orang di tengah pandemi Covid-19.

    Buntut dari insiden tersebut, Wasmad pun ditetapkan sebagai tersangka, serta Kepala Kepolisian Sektor Tegal Selatan Komisaris Joeharno dicopot dari jabatannya.

    Luthfi pun menegaskan tak akan pandang bulu ketika menghukum pelanggar protokol kesehatan. Ia juga telah menginstrusikan perintah serupa kepada seluruh jajarannya.

    “Seluruhnya, dari 35 Kapolres jajaran Polda Jawa Tengah, saya meminta untuk menegakkan hukum secara bersama-sama, equality before the law, semua sama di muka hukum terkait dengan problem solving yaitu pandemi corona,” kata Luthfi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.