Helikopter PT NUH Hilang Kontak di Papua, SAR Masih Melakukan Pencarian

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim pencarian dan penyelamatan terlihat menaiki helikopter guna mencari aktris Naya Rivera yang hilang di Danau Piru, California, AS, 9 Juli 2020. Diketahui Naya Rivera pergi ke Danau Piru, sebuah danau buatan di Los Padres, National Forest, Ventura, Amerika Serikat, pada Rabu (8/7/2020), dan sebelum dinyatakan menghilang, menurut kabar stasiun TV lokal KNBC, Naya Rivera diketahui menyewa sebuah perahu di danau itu pada hari Rabu sore waktu setempat. REUTERS/Mario Anzuoni

    Anggota tim pencarian dan penyelamatan terlihat menaiki helikopter guna mencari aktris Naya Rivera yang hilang di Danau Piru, California, AS, 9 Juli 2020. Diketahui Naya Rivera pergi ke Danau Piru, sebuah danau buatan di Los Padres, National Forest, Ventura, Amerika Serikat, pada Rabu (8/7/2020), dan sebelum dinyatakan menghilang, menurut kabar stasiun TV lokal KNBC, Naya Rivera diketahui menyewa sebuah perahu di danau itu pada hari Rabu sore waktu setempat. REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor SAR Biak Gusti Anwar Mulyadi mengatakan bahwa sinyal alat penentu lokasi pesawat (Emergency Locator Transmitter/ELT) dari helikopter milik PT National Utility Helicopters (NUH) yang hilang kontak dalam penerbangan menuju Baya Biru, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, tidak terdeteksi.

    Menurut dia, alat pendeteksi milik Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dan Australia tidak menangkap sinyal dari perangkat suar penentu lokasi pesawat dari helikopter yang mengangkut bahan makanan dari Nabire tersebut.

    "Belum dipastikan apa penyebabnya," katanya di Jayapura, Jumat 18 September 2020.

    Gusti, yang baru tiba di Nabire untuk memimpin operasi pencarian helikopter, mengatakan bahwa upaya pencarian rencananya dilanjutkan Jumat, namun wilayah di sekitar Baya Biru berkabut.

    Kalau kondisi cuaca mendukung, ia melanjutkan, dua helikopter dari Enarotali dan Timika akan dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian.

    Helikopter milik PT NUH dengan pilot Capt. Endy Nawalaga, kopilot Capt. Erik Kurniawan, dan kru M Aswar Jamal berangkat dari Nabire, Papua pada Kamis 17 September 2020 pukul 10.47 WIT menuju Baya Biru. Helikopter itu dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 13.30 WIT.

    Pada sore harinya, pesawat milik Smart Air dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan melewati rute yang diperkirakan dilalui helikopter pengangkut bahan makanan tersebut, namun tanda-tanda keberadaan helikopter tidak ditemukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Survei Indikator Politik: Masyarakat Makin Takut Menyatakan Pendapat

    Berdasarkan hasil survei, sebagian masyarakat saat ini merasa tidak aman untuk menyampaikan pendapat secara terbuka.