Partai Amien Rais Dinamai PAN Reformasi, Loyalis: Mereformasi dari Tangan Jahil

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tiba di gedung Nusantara V MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 29 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais tiba di gedung Nusantara V MPR, Senayan, Jakarta pada Senin, 29 Oktober 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais masih sedang menyiapkan pembentukan partai. Loyalis Amien Rais, Agung Mozin mengatakan partai baru Amien ini kemungkinan besar dinamai PAN Reformasi. Ia beralasan, nama Amien Rais identik dengan PAN dan Reformasi, begitu pula sebaliknya.

    Selain itu, Agung mengklaim mereka ingin mereformasi partai yang didirikan Amien pada 1998 itu. "Karena ingin mereformasi PAN, yang dulu pernah dibangun oleh Pak Amien, dari tangan-tangan jahil dan tangan-tangan kotor itu," ujar Agung Jumat 11 September 2020.

    Menurut Agung, partai baru ini rencananya akan dideklarasikan pada awal Desember mendatang di Jakarta. Saat itu, kata dia, struktur dan AD/ART partai sudah rampung terbentuk.

    Amien Rais sebelumnya mengatakan rencana membentuk partai politik baru berangkat dari perkembangan kondisi bangsa dan negara akhir-akhir ini yang dinilainya berada di ambang krisis. Baik krisis sosial, politik, dan ekonomi yang kian memburuk menuju resesi bahkan bisa-bisa depresi.

    Di sisi lain, kata dia, kekuasaan rezim yang sedang memikul harapan rakyat tampak semakin jauh atau menjauhi nilai-nilai moral, etika, akhlak yang baik dan adil.

    "Karena itulah saya dan beberapa sahabat saya dari berbagai kalangan telah bersepakat bulat segera mendeklarasikan sebuah partai baru," kata Amien lewat siaran langsung Youtube Amien Rais Official, Kamis malam, 10 September 2020.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.