Jakob Oetama Sudah Kritis Sejak Dua Pekan Lalu

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum menjadi jurnalis, Jakob pernah menjadi guru. Karir jurnalistiknya diawali dengan menjadi redaktur di majalah mingguan Penabur pada 1956. dok. Arsip Kompas Gramedia

    Sebelum menjadi jurnalis, Jakob pernah menjadi guru. Karir jurnalistiknya diawali dengan menjadi redaktur di majalah mingguan Penabur pada 1956. dok. Arsip Kompas Gramedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama diketahui telah dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Pusat, sejak dua minggu lalu, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir Rabu, 9 September 2020. Saat masuk, kondisi dia memang telah kritis.

    "Saat masuk (RS), memang dalam kondisi kritis dengan adanya gangguan multiorgan. Di mana karena di samping usia, komorbid, juga faktor-faktor yang memperberat itu beliau mengalami perburukan," kata Ketua Tim Dokter RS Mitra Keluarga Felix Prabowo Salim saat diwawancara dalam siaran langsung Kompas TV.

    Selama perawatan, Felix mengatakan kondisi pria berusia 88 tahun tersebut juga naik turun. Pemimpin Umum Harian Kompas itu pun tutup usia pada pukul 13:05 WIB

    "Cuma saat-saat terakhir, karena faktor usia juga dan kondisi yang semakin memburuk, beliau akhirnya meninggal," kata Felix.

    Felix pun memastikan bahwa Jakob tak terpapar Covid-19 yang saat ini tengah menyerang Indonesia. "Di Rumah Sakit kami juga melakukan dua kali pemeriksaan PCR Covid dan hasilnya negatif," kata dia.

    Almarhum disemayamkan di Kantor Kompas Gramedia Palmerah Selatan dan akan dihantarkan menuju tempat peristirahatan terakhir di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Kamis, 10 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.