Kejaksaan Agung Bantah Ada Kekuatan Besar Lindungi Jaksa Pinangki

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saat ini Jaksa Pinangki ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Penahanan tersebut untuk masa selama 20 hari, terhitung sejak  11 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2020. Instagram

    Saat ini Jaksa Pinangki ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Penahanan tersebut untuk masa selama 20 hari, terhitung sejak 11 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2020. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung membantah ada kekuatan besar yang melindungi Jaksa Pinangki Sirna Malasari, tersangka penerima suap Djoko Tjandra. Kejaksaan menyatakan dalam proses penyidikan tidak ada istilah tersebut.

    "Dalam proses penyidikan tidak ada istilah kekuatan besar, tetapi alat bukti yang didapat penyidik, baik berupa keterangan saksi atau surat, keterangan ahli atau tersangka atau petunjuk," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2020.

    Sebelumnya, Komisi Kejaksaan menilai penanganan kasus suap Pinangki tersendat lantaran diduga ada pejabat yang melindungi dia.

    Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjuntak mengatakan Pinangki adalah pejabat eselon VI di Kejaksaan Agung. Dengan jabatan itu, Pinangki sebenarnya tak memiliki kekuasaan apapun untuk mengurus penerbitan fatwa bebas Mahkamah Agung. "Dia itu bukan siapa-siapa, pasti ada kekuatan besar," kata dia.

    Pinangki ditetapkan menjadi tersangka suap dari Djoko Tjandra. Ia diduga menerima janji uang US$ 10 juta dari Djoko. Pinangki diduga berperan mengurus administrasi di Kejaksaan Agung untuk mengurus fatwa di MA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.