Polri Sebut Pemeriksaan Jaksa Pinangki Akan Dilakukan di Kejaksaan Agung

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saat ini Jaksa Pinangki ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Penahanan tersebut untuk masa selama 20 hari, terhitung sejak  11 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2020. Instagram

    Saat ini Jaksa Pinangki ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Salemba Cabang Kejaksaan Agung. Penahanan tersebut untuk masa selama 20 hari, terhitung sejak 11 Agustus 2020 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2020. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri akan memeriksa Jaksa Pinangki Sirna Malasari pada besok, 27 Agustus 2020. Ia akan diperiksa untuk perkara Djoko Tjandra di Polri.

    "Besok pemeriksaan Jaksa Pinangki jam 10.00 WIB," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dihubungi pada Rabu, 27 Agustus 2020.

    Adapun untuk pemeriksaan tersebut, akan dilakukan di Kejaksaan Agung. Alhasil, penyidik Polri yang akan menyambangi Jaksa Pinangki.

    "Iya, penyidik yang ke sana," kata Argo.

    Sebelumnya, Kejaksaan Agung sudah memberikan izin Polri untuk memeriksa Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

    "Suratnya sudah kami terima. Sudah diizinkan oleh Jaksa Agung," ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 26 Agustus 2020.

    Dalam masa pelarian Djoko Tjandra, ia diduga meminta bantuan kepada pihak yang memiliki wewenang di Polri dan Kejaksaan Agung. Di Polri, Djoko Tjandra menyeret Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, dan Brigadir Jenderal Nugroho Wibowo. Sedangkan di Kejaksaan Agung, ada dugaan keterlibatan Jaksa Pinangki.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.