Nadiem Makarim: Belajar Tatap Muka di Sekolah Harus Ada Persetujuan Orang Tua

Reporter

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam Webinar Nasional bertema "Recovery Pembangunan Nasional Pasca Pandemi melalui Konsep Pentahelix" yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya, Selasa 4 Agustus 2020). (ANTARA Jatim/HO/WI)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menyatakan semua sekolah di zona hijau dan kuning yang akan melakukan belajar tatap muka harus meminta izin orang tua untuk memulai kegiatan tersebut.

"Walaupun berada di zona hijau dan kuning, satuan pendidikan tidak dapat melakukan pembelajaran tatap muka tanpa adanya persetujuan dari pemerintah daerah/Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, dan adanya persetujuan orang tua/wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah," katanya kepada Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Sabtu 8 Agustus 2020.

Ia mengatakan persyaratan terakhir yang harus dipenuhi adalah adanya persetujuan dari orang tua atau wali peserta didik.

"Saya ingin mengingatkan sebagai menteri dan orang tua kalau sekolah itu mau melakukan tatap muka dan sudah membuka, masing-masing orang tua anak boleh tidak memperkenankan anaknya masuk ke dalam sekolah kalau mereka belum nyaman dan dibolehkan untuk melanjutkan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) kalau belum memberikan izin masuk sekolah tatap muka," ungkap dia.

Nadiem menyampaikan bahwa belajar tatap muka di sekolah akan dilakukan secara bertahap dengan syarat 30-50 persen dari standar peserta didik per kelas.

"Untuk SD, SMP, SMA, dan SMK dengan standar awal 28-36 peserta didik per kelas menjadi 18 peserta didik. Untuk Sekolah Luar Biasa, yang awalnya 5-8 peserta didik menjadi lima peserta didik per kelas. Untuk PAUD dari standar awal 15 peserta didik per kelas menjadi lima peserta didik per kelas," katanya.

Begitu pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi, dengan sistem pergiliran rombongan belajar yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan.

"Berarti semua sekolah harus melakukan rotasi 'shifting' dan juga tidak ada aktivitas kantin, berkumpul, ekstrakulikuler yang akan ada risiko interaksi antara masing-masing ruang belajar, hanya ada sekolah dan langsung pulang setelah sekolah dan tentunya wajib memakai masker dan juga bermacam-macam 'check list' yang sangat ketat," kata dia.

Namun, katanya, jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat risiko daerah berubah, maka pemerintah daerah wajib menutup kembali satuan pendidikan.

Menanggapi banyaknya satuan pendidikan di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang kesulitan untuk melaksanakan PJJ karena minim akses, Nadiem Makarim mengatakan bahwa hal itu dapat berdampak negatif terhadap tumbuh kembang dan psikososial anak secara permanen.

Saat ini, kata dia, 88 persen dari keseluruhan daerah 3T berada di zona kuning dan hijau.






Kemenko PMK-DEFGHI Dorong Pemanfaatan Aplikasi Ruang Digital Keluarga di Sekolah

1 hari lalu

Kemenko PMK-DEFGHI Dorong Pemanfaatan Aplikasi Ruang Digital Keluarga di Sekolah

Peluncuran aplikasi Ruang Digital Keluarga dalam rangka meningkatkan keadaban digital di keluarga.


100 Siswa SMA dan SMK di Tangerang Dilantik Jadi Anggota PKS

3 hari lalu

100 Siswa SMA dan SMK di Tangerang Dilantik Jadi Anggota PKS

Satlantas Polres Metro Tangerang Kota melantik 100 pelajar tingkat SMA dan SMK yang menjadi anggota Patroli Keamanan Sekolah atau PKS.


Ditembak Siswa Berusia 6 Tahun, Guru Amerika Serikat Gugat Sekolah

3 hari lalu

Ditembak Siswa Berusia 6 Tahun, Guru Amerika Serikat Gugat Sekolah

Tiga guru di sekolah di Amerika Serikat telah mengeluhkan keberadaan senjata api yang dibawa siswa berusia enam tahun itu


Yogyakarta Genjot Rehabilitasi Bangunan Sekolah Berstatus Cagar Budaya

11 hari lalu

Yogyakarta Genjot Rehabilitasi Bangunan Sekolah Berstatus Cagar Budaya

Berstatus cagar budaya, bangunan-bangunan sekolah di Yogyakarta itu usianya rata-rata sudah atau nyaris seabad.


Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

11 hari lalu

Bukan Sekadar Biar Pintar, Ini 7 Alasan Kenapa Sekolah itu Penting

Berikut alasan kenapa sekolah itu penting dari segi ilmu dan pembentukan karakter termasuk kecerdasan intelektual (IQ) serta emosional (EQ)


Bungkam Hater, Nadiem Makarim Puji Dua Siswa SMP Jago Dansa Sport yang Sempat Dihujat

12 hari lalu

Bungkam Hater, Nadiem Makarim Puji Dua Siswa SMP Jago Dansa Sport yang Sempat Dihujat

Unggahan Nadiem Makarim ini sekaligus untuk membungkam nyinyiran pembenci atau hater yang tidak suka dengan video itu.


Wali Kota Depok akan Menggabungkan 26 Sekolah, P2G: Hentikan Penggusuran

14 hari lalu

Wali Kota Depok akan Menggabungkan 26 Sekolah, P2G: Hentikan Penggusuran

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyatakan keberatan atas kebijakan Wali Kota Depok yang menerbitkan Surat Keputusan (SK) soal rencana menggabungkan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Depok melalui SK Nomor 421/123/KPTS/Disdik/Huk/2021.


Guru di Portugal Unjuk Rasa karena Gaji Kecil

15 hari lalu

Guru di Portugal Unjuk Rasa karena Gaji Kecil

Ribuan guru dan staf sekolah di Portugal unjuk rasa di Kota Lisbon menuntut kenaikan gaji di tengah krisis biaya hidup.


Recep Tayyip Erdogan : Aturan Taliban yang Larang Perempuan Sekolah Tidak Islami

15 hari lalu

Recep Tayyip Erdogan : Aturan Taliban yang Larang Perempuan Sekolah Tidak Islami

Recep Tayyip Erdogan mencela aturan Taliban yang melarang universitas dan sekolah dasar menerima murid perempuan.


2 Sekolah di Inggris Akan Larang Murid Kontak Fisik

16 hari lalu

2 Sekolah di Inggris Akan Larang Murid Kontak Fisik

Dua sekolah di Inggris akan menerbitkan larangan yang tidak membolehkan murid melakukan kontak fisik seperti berpegangan tangan dan memeluk.