Dewan Pengawas KPK Terima Puluhan Permintaan Izin Penyadapan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean (tengah) bersama 4 anggota Dewas, Syamsuddin Haris (kiri), Harjono (dua kiri), Albertina Ho dan Artidjo Alkostar (kanan), memberikan keterangan pers di Gedung ACLCKPK, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Dewas KPK berencana membuat aplikasi pengajuan perizinan untuk penyidik, salah satunya terkait penggeledahan. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean (tengah) bersama 4 anggota Dewas, Syamsuddin Haris (kiri), Harjono (dua kiri), Albertina Ho dan Artidjo Alkostar (kanan), memberikan keterangan pers di Gedung ACLCKPK, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Dewas KPK berencana membuat aplikasi pengajuan perizinan untuk penyidik, salah satunya terkait penggeledahan. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) telah menerima 234 permohonan izin penyadapan, penggeledahan, dan penyitaan selama semester satu 2020. "Terdiri atas 46 izin penyadapan, 19 izin penggeledahan, dan 169 izin penyitaan," ujar Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho melalui konferensi pers daring pada Selasa, 4 Agustus 2020.

    Albertina menjelaskan seluruh permohonan diberikan izin oleh Dewan Pengawas KPK dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Di mana pada umumnya, proses pemberian izin hanya berlangsung selama 4 hingga 6 jam.

    Meski begitu, Albertina mengatakan jika Dewas KPK tak melulu meloloskan setiap izin yang masuk. "Izin ini bukan berarti izin yang diajukan, pasti diberikan izin. Itu belum tentu," ucap dia.

    Hanya saja, menurut dia, di dalam kurun waktu semester satu 2020 Dewas KPK menerima seluruh izin yang masuk.

    Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Panggabean memastikan Dewas terbuka lebar kepada pihak yang ingin mengajukan izin. Ia bahkan bercerita jika pernah seorang penyidik mendatangi pada tengah malam untuk mengajukan izin.

    "Ndak papa, ndak ada masalah. Dan belum ada satu pun izin belum dikeluarkan karena terlambatnya Dewas. Itu perlu dicatat, karena ada orang bilang oh kami tinggal tunggu Dewas, seolah-olah kami yang salah," kata Tumpak.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.