Megawati Berduka Atas Wafatnya Hasyim Wahid, PDIP: Dia Pembela Hak Wong Cilik

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto, usai menemani Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan antara PDIP dan Departemen Internasional Partai Komunis Cina di Hotel Mandarin, Jakarta, 18 September 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri turut berduka atas wafatnya Adik Gus Dur Hasyim Wahid, pada Sabtu subuh, 1 Agustus 2020.

    "Ibu Megawati Soekarnoputri menyampaikan duka cita yang mendalam dan semoga Almarhum Husnul Khatimah," ujar Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto lewat keterangan tertulis, Sabtu, 1 Agustus 2020.

    Hasto mengatakan, almarhum merupakan bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan yang pernah menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PDI Perjuangan pada tahun 1998-2000.

    "Gus Im dikenang sebagai sosok yang peduli pada hak-hak konstitusional wong cilik," ujar Hasto.

    Selain itu, kata Hasto, Gus Im juga dikenal sebagai sosok yang sangat gigih menanamkan Pancasila kepada generasi milenial, sehingga kalangan muslim mempunyai komitmen yang kokoh terhadap Pancasila, sebagaimana visi kakeknya, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dan ayahnya, KH. Wahid Hasyim, serta kakaknya KH. Abdurrahman Wahid.

    "PDI Perjuangan meneladani seluruh pemikiran pendiri bangsa, termasuk khasanah pemikiran Islam Nusantara yang dihayati oleh keluarga besar NU," ujar Hasto.

    Hasyim Wahid atau Gus Im meninggal dunia di RS Mayapada, Jakarta, pada Sabtu subuh, 1 Agustus 2020. Sebelum meninggal, Gus Im sempat dirawat di rumah sakit selama dua pekan lebih karena komplikasi ginjal yang dideritanya.

    Saat ini, jenazah disemayamkan di rumah duka kediaman Gus Dur di bilangan Ciganjur, Jakarta Selatan. Pukul 12.30, jenazah akan diberangkatkan ke tempat pemakaman di Jombang melalui perjalanan darat dan diperkirakan tiba pada pukul 21.00.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.