Demokrat: Brigjen Zainal Izin Kapolri untuk Maju Pilgub Kaltara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang. Facebook/Zainal A. Paliwang

    Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang. Facebook/Zainal A. Paliwang

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan Brigadir Jenderal Zainal Arifin Paliwang sudah meminta izin atasannya untuk maju di Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara atau Pilgub Kaltara 2020. Zainal kini berdinas sebagai Penyidik Tindak Pidana Utama Tingkat II Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri.

    "Beliau sendiri sudah izin atasannya, termasuk ke Kapolri terkait rencana maju di Pilgub Kalimantan Utara," kata Kamhar kepada Tempo, Selasa, 28 Juli 2020.

    Demokrat sebelumnya memberikan surat tugas untuk Zainal Paliwang dan kadernya, Yansen Tipa Padan untuk menggalang dukungan maju di Pilgub Kalimantan Utara. Menurut Kamhar, Zainal juga akan mengundurkan diri dari Kepolisian sebelum penetapan pasangan calon oleh Komisi Pemilihan Umum.

    "Proses pengunduran dirinya sedang berlangsung," kata Kamhar.

    Aturan pengunduran diri anggota Polri diatur dalam Pasal 7 poin t Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi UU.

    Poin itu menyebutkan calon gubernur-calon wakil gubernur, calon bupati-calon wakil bupati, dan calon wali kota-calon wakil wali kota, menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil serta Kepala Desa atau sebutan lain sejak ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pemilihan.

    Zainal Paliwang baru mendapatkan pangkat jenderal bintang satunya pada Februari lalu. Kenaikan pangkat itu bertepatan dengan mutasinya ke Bareskrim Mabes Polri. Sebelumnya, ia berpangkat Komisaris Besar dan menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara.

    Kamhar mengakui latar belakang Zainal sebagai eks Wakapolda Kalimantan Utara turut menjadi pertimbangan pencalonan. Menurut dia, Zainal dianggap mengenal kondisi daerah dan masyarakat Kalimantan Utara. "Sangat dekat dengan masyarakat, salah satu faktor yang mendorong beliau adalah aspirasi dari masyarakat Kalimantan Utara yang memintanya untuk maju sebagai calon gubernur," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.