Santri Gontor Positif Covid-19, 40 Orang Sudah Sembuh

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang santri Pondok Pesantren Gontor asal Kalbar menjalani tes diagnostik cepat atau rapid test di aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 17 Juni 2020. Pemerintah Provinsi Kalbar menggelar rapid test gratis bagi 400 santri asal Kalbar yang hendak kembali ke Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur untuk menempuh pendidikan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    Seorang santri Pondok Pesantren Gontor asal Kalbar menjalani tes diagnostik cepat atau rapid test di aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 17 Juni 2020. Pemerintah Provinsi Kalbar menggelar rapid test gratis bagi 400 santri asal Kalbar yang hendak kembali ke Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur untuk menempuh pendidikan. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Jakarta - Rektor Universitas Darussalam Gontor Amal Fathullah Zarkasyi mengatakan total santri di Pondok Pesantren Gontor yang positif Covid-19 ada 50 orang.

    "Secara umum, anak kita yang kena positif berjumlah 50," kata Amal dalam diskusi di akun Youtube BNPB, Selasa, 21 Juli 2020.

    Amal mengatakan, 40 dari 50 santri sudah dinyatakan sembuh setelah hasil swab dinyatakan negatif. Santri yang sembuh kini sudah kembali ke pondok.

    Namun, mereka tetap menjalani karantina. Adapun 10 santri yang masih positif saat ini berada di rumah sakit.

    Menurut Amal, sejak muncul kasus Covid,-19 di Indonesia, pesantren sudah menerapkan protokol kesehatan. Misalnya, para santri sebelum pulang tidak dibolehkan menggunakan kendaraan umum.

    Para santri diantar pulang oleh para alumni Gontor di daerah. "Orang tua sama sekali tidak boleh ke pondok," kata Amal.

    Selama di pondok, kata Amal, pesantren juga mewajibkan setiap orang punya masker dan alat makan sendiri. Tempat tidur dan salat juga berjarak. Tenaga pengajar juga diwajibkan memakai masker.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.