Cerita di Balik Rotasi Pejabat Kemenkes Oleh Terawan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) meninjau fasilitas baru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo untuk penanganan pasien corona (COVID-19) yang baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) meninjau fasilitas baru RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo untuk penanganan pasien corona (COVID-19) yang baru saja diluncurkan di Jakarta, Kamis 30 April 2020. Kapasitas ruangan untuk penanganan pasien corona RS tersebut bertambah dari sebelumnya dilakukan di tiga lantai Gedung Kiara (lantai 1, 2, dan 6) menjadi empat lantai dengan tambahan di lantai 4. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto merotasi beberapa pejabat eselon 1 dan 2 di Kementerian pada Rabu, 15 Juli 2020. 

    Terawan mengatakan bahwa pergantian, promosi, atau mutasi merupakan hal yang biasa. la berpesan kepada para pejabat fungsional yang dilantik agar berkomitmen pada tugas dan melakukan inovasi.

    "Khusus kepada dokter Bambang, saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian sebagai Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan sejak 2016. Selamat bertugas sebagai Dokter Pendidik Klinis Ahli Utama," kata Terawan seperti dikutip dari laman resmi Kemkes.go.id, Kamis, 16 Juli 2020.

    Bambang yang dimaksud Terawan adalah Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo. Menteri Kesehatan merotasi Bambang menjadi pejabat fungsional. Selain Bambang ada juga Sekretaris Ditjen Agus Hadian Rahim, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Tri Hesti Widyastoeti Marwotosoeko, Hadi Pranotom, dan Yuliatmoko Suryatin.  

    Kemudian, Terawan juga merotasi Kepala Biro Umum Desak Made Wismarini. Serta satu lagi dari Badan Penelitian dan Pengembangan, yakni Indirawati Tjahja Notohartojo.

    Koran Tempo edisi Kamis, 16 Juli 2020 menyebutkan pejabat yang beralih fungsi itu sebenarnya mengundurkan diri dari jabatannya lantaran tak tahan dengan tekanan kerja dari atasan.

    Sumber Koran Tempo menyebutkan Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo kerap menerima pesanan yang tak sesuai dengan prosedur. Bagaimana cerita lengkapnya, baca Koran Tempo "Mundur Tak Biasa Anak Buah Terawan".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.