Aksi Peduli Pelindo II dan Digitaliasi Layanan di Masa Pandemi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto dok. Pelindo ll

    Foto dok. Pelindo ll

    INFO NASIONAL-- Pandemi Covid-19 yang merebak awal tahun ini telah berdampak luas pada masyarakat Indonesia. Kalangan dokter dan para medis berjibaku menyelamatkan pasien yang terindikasi positif. Di sisi lain, wabah penyakit ini juga turut berimbas di sektor perekonomian. Jutaan orang menghadapi pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tempatnya bekerja mengalami penurunan produksi.

    Untuk mengurangi beban masyarakat tersebut, kalangan pemerintahan dan swasta menggelar aksi bersama peduli Covid-19 di lingkungan kerjanya masing-masing. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero)/IPC, sebagai salah satu BUMN di bidang logistik, juga turut andil menggelar aksi peduli untuk masyarakat terdampak Covid-19.

    Hingga semester II 2020, Pelindo telah menyalurkan 75.000 masker, 15.000 diantaranya masker medis, 30 ribu e-voucher  untuk masyarakat dan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di wilayah kerja IPC Group seperti ke 29 RT dan kampung nelayan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Selain itu IPC membagikan 3.500 paket sembako senilai Rp150 ribu berupa beras, gula pasir, minyak sayur, mi instan, sarden dan teh celup.

    Selain itu, di bulan Ramadan lalu IPC juga memberikan 1.300 santunan biaya pendidikan untuk anak-anak yatim dan membagikan 19.500 takjil kepada pengemudi truk. Secara keseluruhan dana yang disalurkan IPC dalam kegiatan CSR sebesar Rp 1.058.400.000. Semua kegiatan tersebut dilakukan di seluruh area kerja IPC Group, baik anak perusahaan dan 12 cabang IPC di 10 provinsi.

    Jajaran Direksi dan Komisaris IPC juga turut menyumbangkan sebagian dari tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri dengan total dana senilai Rp 817 juta untuk bantuan kepada 2.335 TKBM di Pelabuhan Tanjung Priok. IPC juga memberikan penundaan pembayaran kewajiban angsuran pinjaman kepada mitra binaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

    Pelindo II yang dibentuk sejak 1960 telah berkembang menjadi salah satu BUMN strategis. Ini karena seluruh pelabuhan yang dikelolanya memiliki posisi penting yang menghubungkan jaringan perdagangan internasional berbasis transportasi laut. 

    Selama masa pandemik, Pelindo II/IPC menjamin operasionalisasi dan pelayanan umum di pelabuhan tetap berjalan. Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, IPC mengikuti anjuran pemerintah dengan memberlakukan prosedur tambahan perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja. Seluruh karyawan dan semua stakeholder terkait wajib menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) seperti masker dan sarung tangan.

    IPC juga menerapkan protokol kesehatan di lingkungan pelabuhan yang mencakup social distancing dan physical distancing, penyediaan sarana kesehatan, alat pendeteksi suhu tubuh, penyemprotan disinfektan di ruang kerja, prosedur kunjungan tamu, dan kebijakan tugas dinas karyawan. Pemberlakuan work from home (WFH) dievaluasi sesuai arahan Pemerintah.

    Era normal baru menjadi momentum bagi IPC untuk mempercepat layanan kepelabuhanan ke arah digital. Transformasi digital IPC meliputi internal dan eksternal. Di lingkup internal, IPC menerapkan sistemisasi dan menggunakan aplikasi digital di laut dan daratan yang mencakup terminal pelabuhan, pergudangan dan area pendukung lainnya.

    Untuk aplikasi digital di laut, IPC memanfaatkan teknologi inaportnet dan aplikasi digital lain seperti VMS, VTS, MOS, SIMOP untuk aktivitas labuh, kapal pandu, kapal tunda, kepil dan tambat. Untuk digitalisasi kegiatan bongkar muat dan pemindahan barang di terminal, ada aplikasi TOS, NPK TOS, dan Car Terminal Operating. Sedangkan di area pendukung IPC  memanfaatkan aplikasi Behandle Operating System, Warehouse Operating System, dan Autogate System.

    Untuk eksternal, khususnya pengguna jasa, IPC memperkenalkan platform e-Service yang memudahkan pelayanan secara online. E-service tersebut mencakup layanan registrasi, booking, billing, tracking, pembayaran, dan pengaduan pelanggan (e-care). (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?