Jokowi Minta Sejumlah Provinsi Dapat Perhatian Khusus Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.  Teguran tersebut disampaikan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar secara tertutup pada 18 Juni 2020. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Presiden Jokowi (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Teguran tersebut disampaikan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar secara tertutup pada 18 Juni 2020. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta upaya penanggulangan terhadap Covid-19 dilakukan secara lebih gencar, pasca angka kenaikan jumlah kasus dalam beberapa waktu belakangan meningkat tajam.

    "Tetap ada konsen kita untuk memasifkan 3T, testing, tracing, dan treatment," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas membahas evaluasi dan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, di Istana Negara, Senin, 13 Juli 2020.

    Jokowi meminta perhatian khusus diberikan ke sejumlah daerah, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Papua.

    Jokowi mengatakan untuk meningkatkan jumlah tes polymerase chain reaction (PCR), jumlah lab di daerah harus terus ditingkatkan. Selain itu pemanfaatan mobile PCR juga ia harapkan dapat terus mendorong uji massal PCR mencapai target 30 ribu.

    Selain itu, untuk tracing, Jokowi meminta penelusuran untuk orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP), dilakukan lebih gencar. Mereka juga harus dipastikan melaksanakan isolasi mandiri.

    Adapun untuk treatment, Jokowi meminta peningkatan Fasilitas Kesehatan Rumah Sakit khususnya ranjang, alat pelindung diri, obat-obatan, ventilator, dan kamar isolasi. Kebutuhan ini terutama muncul di daerah-daerah daerah yang ia sebut perlu mendapat perhatian khusus tadi.

    "Kalau memang kekurangan ini agar Kemenkes bisa menyampaikan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.