Hasil Tes Swab Lama, Jokowi Kirim Alat PCR ke Sampit

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan

    Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat meninjau lahan yang akan dijadikan "Food Estate" atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis 9 Juli 2020. Pemerintah menyiapkan lumbung pangan nasional untuk mengantisipasi krisis pangan dunia. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi langsung mengabulkan permintaan bantuan alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk RSUD dr Murjani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. "Satu cukup kan? Saya ada bawa dua. Satu untuk Sampit," kata Presiden Jokowi saat konferensi video dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur, Kamis sore, 9 Juli 2020.

    Jawaban Presiden yang sedang berada di Palangka Raya melalui sambungan video tersebut langsung disambut tepuk tangan dan ucapan syukur semua yang hadir saat konferensi video di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotawaringin Timur di Sampit.

    Hadir dalam konferensi video itu Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi, Wakil Bupati M. Taufiq Mukri, Ketua DPRD Rinie, Kapolres AKBP Abdoel Harris Jakin, Dandim Letkol CZI Akhmad Safari, Sekretaris Daerah Halikinnor, Kepala Dinas Kesehatan dr Faisal Novendra Cahyanto, Direktur RSUD dr Murjani Sampit dr Febby Yudha Herlambang.

    Konferensi video itu digelar usai Presiden Jokowi mengunjungi lokasi pengembangan Food Estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau. Sebelum kembali ke Jakarta, presiden menyempatkan konferensi video dengan seluruh kepala daerah dari Palangka Raya, dengan moderator Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

    Saat sesi dialog, Kabupaten Kotawaringin Timur diberi kesempatan menyampaikan aspirasi kepada Presiden. Kesempatan itu dipercayakan kepada dr Efraim K. Biring yang merupakan dokter spesialis paru dan bertugas menangani pasien Covid-19 di ruang isolasi RSUD dr Murjani Sampit.

    Saat itu, Efraim menyampaikan tidak adanya alat tes PCR menjadi kendala  penanganan Covid-19 di Kotawaringin Timur. Rumah sakit harus menunggu beberapa hari untuk mengetahui hasil tes swab karena spesimen harus dikirim ke Surabaya, Banjarbaru atau Palangka Raya untuk diperiksa di laboratorium.

    Hal itu dinilai membuat risiko tinggi karena selama menunggu hasil pemeriksaan PCR, tidak menutup kemungkinan terjadi penularan akibat pasien yang ternyata positif Covid-19 melakukan kontak dengan orang lain. "Akhirnya sia-sia kita melakukan pelacakan karena harus menunggu lama untuk mengetahui hasil PCR. Alat ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat kita mengetahui hasilnya sehingga bisa cepat mengambil tindakan," kata Efraim kepada Presiden Jokowi.

    Mendengar hal itu, Jokowi langsung mengabulkan permintaan Efraim. Presiden bahkan sempat menanyakan keperluannya cukup satu atau dua unit. Sayangnya jawaban Efraim, yang ditimpali Bupati Supian Hadi yang meminta dua alat PCR, sepertinya tidak terdengar oleh Presiden akibat kendala alat komunikasi. Presiden pun langsung memutuskan hanya memberi satu alat tes PCR untuk RSUD dr Murjani Sampit.

    "Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden yang mengabulkan permintaan alat tes PCR. Alat ini sangat kita butuhkan agar bisa lebih cepat dalam mengetahui hasil pemeriksaan sehingga kita juga bisa bergerak cepat melacak dan mencegah penularan COVID-19," ucap Supian Hadi. Ia berharap alat tes PCR segera dikirim ke RSUD dr Murjani Sampit karena dibutuhkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.