Rapid Test di Perbelanjaan Mentaya Sampit: 3 Reaktif Covid-19

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemeriksaan cepat atau rapid test di Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menunjukkan hasil tiga orang di antaranya menunjukkan reaktif Covid-19.

    "Hasil rapid test tadi ada tiga orang yang reaktif. Detail-nya akan dideklare (diumumkan) siang ini," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam di Sampit, Kamis, 28 Mei 2020.

    Rapid test yang digelar Rabu pagi hingga siang itu diikuti oleh 146 peserta. Mereka merupakan pedagang sembako, elektronik, emas, kelontong dan pedagang ikan, juru parkir, petugas keamanan dan petugas kebersihan.

    Peserta mendaftar untuk bisa mengikuti rapid test tersebut. Usai pengambilan sampel darah, pedagang diminta menunggu selama 15 menit untuk mengetahui hasilnya.

    Warga yang hasil rapid test-nya negatif dipersilakan melanjutkan aktivitas mereka. Sedangkan warga yang hasil rapid test-nya reaktif didata dan kembali diambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium.

    Hasil akhir rapid test menunjukkan tiga sampel dinyatakan reaktif. Usai didata dan diambil sampel darahnya, tiga warga yang kini menjadi orang dalam pemantauan (ODP) tersebut diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

    Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mendapatkan hasil pasti apakah ketiga warga tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 atau tidak. Selama menunggu hasil pemeriksaan dalam beberapa hari, tim terus memantau kondisi ketiga warga itu.

    "Saat ini tim masih bekerja. Hari ini kami sampaikan keterangan rinci perkembangannya," kata Multazam yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kotawaringin Timur.

    Rapid test dilaksanakan di pasar karena tempat transaksi jual beli itu dinilai sangat berisiko penyebaran Covid-19. Hasil rapid test akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam menangani secara komprehensif agar virus mematikan itu tidak terus berjangkit.

    Multazam menegaskan, rapid test juga bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah. Masyarakat diharapkan mendukung upaya-upaya untuk mencegah penularan Covid-19 dengan meningkatkan kewaspadaan.

    Rencananya kegiatan pemeriksaan rapid test juga akan dilaksanakan di pasar tradisional lainnya yakni Pasar Subuh, Pasar Sejumput, Pasar Al Kamal dan Pasar Keramat. Kegiatan ini juga sekaligus untuk melindungi pedagang dari penularan Covid-19.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.