KPK Geledah 10 Lokasi Terkait OTT Kutai Timur

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK, Nawawi Pamolango bersama Deputi Bidang Penindakan KPK Brigjen Pol Karyoto (kiri) dan Juru Bicara KPK, Ali Fikri, memperlihatkan enam orang tersangka dalam OTT suap Bupati Kutai Timur di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.  Penyidik juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.6,170 miliar dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur.  TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua KPK, Nawawi Pamolango bersama Deputi Bidang Penindakan KPK Brigjen Pol Karyoto (kiri) dan Juru Bicara KPK, Ali Fikri, memperlihatkan enam orang tersangka dalam OTT suap Bupati Kutai Timur di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020. Penyidik juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp.6,170 miliar dalam tindak pidana korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah 10 lokasi terkait operasi tangkap tangan Bupati Kutai Timur Ismunandar. "Hari ini, tim penyidik KPK melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat yang berada di Kabupaten Kutai Timur," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara Ali Fikri, Rabu, 8 Juli 2020.

    Sepuluh lokasi yang digeledah ialah Kantor Bupati Kutai Timur, Kantor Badan Perencana Pembangunan, Kantor Pekerjaan Umum, Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Lalu rumah jabatan Bupati Kutai Timur dan Kantor DPRD Kutai Timur.

    Selain itu, KPK juga menggeledah Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur, Kantor Bapenda Kabupaten Kutai Timur, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, dan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kutai Timur.

    Ali mengatakan dari beberapa lokasi tim penyidik KPK melakukan penggeledahan dan melakukan penyitaan. Beberapa barang disita di antaranya dokumen-dokumen proyek, sejumlah uang, dan catatan-catatan penerimaan uang. "Jumlah uang masih akan dihitung dan dikonfirmasi lebih dahulu kepada para saksi-saksi," kata dia.

    Dalam operasi tangkap tangan yang digelar Kamis, 2 Juli 2020, KPK menangkap 16 orang. Tujuh orang di antaranya, termasuk Ismunandar dan Ketua DPRD Encek Unguria Riarinda Firgasih ditetapkan menjadi tersangka kasus suap terkait proyek.

    KPK menduga Ismunandar dan Encek yang juga istrinya, bersama tiga pejabat dinas Kutai Timur menerima suap terkait proyek. Dalam operasi tangkap tangan, KPK menyita uang tunai Rp 170 juta, buku tabungan dengan saldo Rp 4,8 miliar, dan deposito senilai Rp 1,2 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.