6 Terdakwa Jiwasraya Diduga Cuci Uang di 13 Perusahaan Investasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benny Tjokosaputro jalani sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2020. Tempo/Andita Rahma

    Benny Tjokosaputro jalani sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kejaksaan Agung menemukan enam terdakwa kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya pernah mencuci uang hasil korupsi di 13 perusahaan manager investasi yang ditetapkan sebagai tersangka korporasi.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, para terdakwa menyamarkan hasil korupsi Jiwasraya dengan cara mengalirkan uang sebesar Rp 12,157 triliun ke 13 perusahaan tersebut agar tidak terdeteksi.

    "Jadi ada peran aktif para terdakwa di 13 korporasi itu. Ada dugaan uang hasil korupsi Jiwasraya itu dialirkan ke 13 korporasi," ujar Hari di kantornya, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Juni 2020.

    Hari pun memastikan, penyidik bakal terus menelusuri apakah ada peran aktif individu dari 13 perusahaan tersebut. "Akan dikembangkan sejauh mana pihak pengelola 13 perusahaan itu membantu terdakwa, nanti akan ketahuan," ucap dia.

    Hari ini, 25 Juni 2020, Kejaksaan Agung menetapkan FH selaku Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II periode 2017-2022 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta 13 perusahaan sebagai tersangka korporasi dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

    Ke-13 korporasi itu adalah PT Dana Wibawa Management Investasi, PT Oso Management Investasi, PT Pinekel Persada Investasi, PT Millenium Danatama, PT Prospera Aset Management, PT MNC Asset Management, PT Maybank Aset Management, PT GAP Capital, PT Jasa Capital Asset Management, PT Corvina Capital, PT Iserfan Investama, PT Sinar Mas Asset Management dan PT Pool Advista Management.

    Dalam kasus ini, penyidik Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan enam tersangka, yakni Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Komisaris Utama PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro, mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Hendrisman Rahim.

    Selain itu juga mantan Direktur Keuangan PT Jiwasraya (Persero) Hary Prasetyo, mantan Kepala Divisi Investasi Jiwasraya Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto. Para tersangka tersebut saat ini tengah menjalani rangkaian sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.