Kasus Covid-19 Naik Drastis, Akhirnya Gugus Tugas Beri Penjelasan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kredit: ANTARA/Dewanto Samodro

    Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kredit: ANTARA/Dewanto Samodro

    TEMPO.CO, Jakarta - Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 berharap masyarakat tak bingung dan cemas berlebihan dengan peningkatan drastis kasus Covid-19 belakangan ini hingga di atas 1.000 kasus per hari.

    Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menjelaskan, walau kasus meningkat drastis tapi laju penyebaran virus Corona sama seperti sebelumnya.

    Kasus Covid-19 meningkat seiring dengan tes digenjot dan pelacakan yang masif.

    "Kita tidak bisa bilang bahwa kondisinya memburuk, tidak. Kondisinya sama," ujar Dewi saat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, Rabu, 24 Juni 2020.

    Melihat grafik Gugus Tugas Covid-19, pada medio Mei 2020 (11-17 Mei) terdapat 26.000 orang yang diperiksa. Sebanyak 13 persen di antaranya positf Covid-19.

    ADVERTISEMENT

    Pada medio Juni (per 15-21 Juni) terdapat 53.000 spesimen yang diperiksa. Angka positivity rate masih sama, yakni 13-14 persen.

    "Ini bentuk pencapaian yang harus kita pahami bahwa tak hanya jumlah kasus yang kita lihat, tapi berapa jumlah pemeriksaan yang kita lakukan," ujar Dewi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?