KPK Tahan Eks Ketua dan Wakil DPRD Jambi Terkait Suap RAPBD

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua DPRD Jambi, Cornelius Buston saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Januari 2018. Tempo/M. Yusuf Manurung

    Ketua DPRD Jambi, Cornelius Buston saat keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Januari 2018. Tempo/M. Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan tiga tersangka perkara suap anggota DPRD Jambi terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017-2018.

    Ketiga orang ini adalah Cornelius Buston selaku mantan Ketua DPRD, AR. Syahbandar dan Chumaidi Zaidi yang merupakan mantan Wakil Ketua DPRD.

    "KPK menahan tiga orang tersangka selama 20 hari pertama, mulai tanggal 23 Juni 2020 sampai dengan 12 Juli 2020 di Rutan KPK Gedung Merah Putih," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwarta melalui konferensi pers daring pada Selasa, 23 Juni 2020.

    Ketiga tersangka disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

    ADVERTISEMENT

    Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka, 12 di antaranya telah diproses hingga persidangan.

    Alex menuturkan, perkara ini berawal dari tangkap tangan pada 28 November 2017. Dalam perkembangannya, KPK mengungkap bahwa praktek uang 'ketok palu' tersebut tidak hanya terjadi untuk pengesahan RAPBD TA 2018, tetapi juga terjadi sejak pengesahan RAPBD 2017.

    Dari fakta persidangan pun terungkap jika para unsur Pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang 'ketok palu', menagih kesiapan uang 'ketok palu', melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek dan atau menerima uang dalam kisaran Rp 100 juta atau Rp 600 juta per orang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?