Cerita Jubir Istana Tentang Jokowi yang Berulang Tahun ke-59

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. Ibunda Sudjiatmi Notomihardjo meninggal pada Rabu, 25 Maret 2020, dan baru selesai dimakamkan pada Kamis siang. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengikuti KTT Luar Biasa G20 secara virtual dari Istana Bogor, Kamis, 26 Maret 2020. Ibunda Sudjiatmi Notomihardjo meninggal pada Rabu, 25 Maret 2020, dan baru selesai dimakamkan pada Kamis siang. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Presiden RI M. Fadjroel Rachman memiliki cara tersendiri mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Fadjroel mengajak masyarakat melihat latar belakang Jokowi yang berasal dari lapisan masyarakat kelas bawah hingga menjadi orang nomor satu di Indonesia. 

    "Pada 21 Juni 1961, seorang bayi terlahir di lingkungan rakyat biasa. Ayahnya adalah pedagang kayu dan bambu kecil-kecilan, bernama Notomiharjo. Ibunya bernama Sujiatmi. Situasi hidup serba pas-pasan," ujar Fadjroel dalam keterangan tertulis, Ahad, 21 Juni 2020. 

    Hidup dalam keluarga yang tidak bergelimang harta membuat Jokowi tumbuh besar dengan tempaan yang membangun mental keteguhan dan kebijaksanaan. Hal ini, yang menurut Fadjroel, sesuai dengan arti nama Joko Widodo yang diharapkan tumbuh sebagai lelaki dengan keteguhan dan kebijaksanaan. 

    "Joko Widodo ditempa sebagai rakyat kecil. Nilai kemanusiaan, tepo sliro (toleransi), dan kerja keras adalah nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia secara umum yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya," kata Fadjroel. 

    ADVERTISEMENT

    Tumbuh dalam lingkungan masyarakat kelas bawah membuat lelaki yang lahir di Surakarta itu gemar turun langsung ke masyarakat alias blusukan dan mengedepankan sikap empati kepada masyarakat. Hal ini, kata Fadjroel, dibuktikan saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo, dari 2005-2012 dengan memindahkan para pedagang kaki lima karena berdampak pada kemacetan fasilitas umum. "Itu dilakukan dengan dialog, humanis, dan nirkekerasan," kata dia. 

    Hingga saat terpilih sebagai Presiden RI, Fadjroel menilai sikap pro rakyat masih dipegang oleh Jokowi. Hal ini yang ia klaim membuat nama Jokowi mendapat hormat dari dunia internasional. 

    Di perayaan usianya yang ke-59 tahun ini, Jokowi ditempa oleh pandemi Covid 19. Pandemi ini membuat Jokowi harus membuat kebijakan yang berorientasi pada usaha menyelamatkan rakyat. 

    "Selamat ulang tahun Presiden Joko Widodo, selalu sehat dalam lindungan Tuhan YME, berjuang tanpa pamrih untuk kemajuan dan kejayaan bangsa Indonesia serta Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Fadjroel

    M JULNIS FIRMANSYAH  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.