Doni Monardo Bilang Wisata Alam Bisa Dibuka di Era New Normal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu, 1 April 2018. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan kini menjadi salah satu gunung paling populer dan favorit pendakian. TEMPO/Abdi Purmono

    Gunung Semeru terlihat dari Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu, 1 April 2018. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dan kini menjadi salah satu gunung paling populer dan favorit pendakian. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan telah berkoordinasi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar, dan sejumlah kepala daerah terkait pembukaan kembali pariwisata di era new normal Covid-19.

    Gugus Tugas mengusulkan agar sektor pariwisata dibagi menjadi dua kategori, yakni pariwisata berisiko rendah dan tinggi. "Untuk kegiatan pariwisata dengan risiko rendah mungkin bisa dimulai," kata Doni dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 17 Juni 2020.

    Meski begitu, Doni mengatakan pembukaan pariwisata risiko rendah tetap dengan syarat. Dia mengatakan daerah dan para pengelola kegiatan pariwisata harus siap terlebih dulu, serta memiliki izin untuk membuka kembali tempat wisata.

    Menurut Doni, tempat wisata yang dikategorikan berisiko rendah dan boleh dibuka adalah wisata alam. "Yang tidak menimbulkan kerumunan, yang sifatnya lebih kepada pendekatan terhadap ekosistem," kata dia.

    Doni mengatakan ada banyak daerah yang sudah disiapkan untuk membuka kembali tempat-tempat wisata alamnya. Misalnya daerah pegunungan dan taman nasional.

    "Tetapi sekali lagi, kami tetap harus berhati-hati karena tidak ingin kedatangan sejumlah pihak tidak mendapatkan suatu cara penanganan yang baik," ucap Kepala BNPB ini.

    Adapun pariwisata risiko tinggi belum diusulkan dibuka kembali. Menurut Doni, Gubernur Bali pun berharap agar pariwisata di Pulau Dewata itu tak dibuka terlebih dulu. Doni mengaku telah menyampaikan permintaan Gubernur Bali ini kepada Menteri Parekraf Wishnutama.

    Doni mengatakan, pihaknya juga ingin Bali mendapatkan konsep berbeda dengan daerah lain. Wisatawan yang datang ke Bali harus dipastikan sehat. Selain itu, kata dia, bandara dan pelabuhan perlu dilengkapi dengan lebih banyak mesin PCR untuk memeriksa wisatawan yang datang ke Bali.

    "Kami yakin dengan kehati-hatian akan memberikan kepercayaan dari banyak orang, baik dari dalam maupun luar negeri untuk memilih tujuan wisata," ujar Doni.

    Menurut Doni, beberapa daerah lain juga tengah menyiapkan pembukaan kembali pariwisata di masa normal baru. Misalnya Bintan, Kepulauan Riau. Dia mengatakan sejumlah travel melaporkan kepada Sekretaris Daerah adanya rencana kedatangan sejumlah wisatawan, terutama dari kawasan Asia Tenggara.

    "Ingin berkunjung ke Bintan, terutama ke kawasan Lagoi, tapi karena belum siap belum diizinkan," kata Doni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.