Role Model Dianggap Diperlukan untuk Hadapi New Normal

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi New Normal. TEMPO/Subekti.

    Ilustrasi New Normal. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Donny Gahral mengatakan role model (teladan) diperlukan menuju normal baru atau new normal. Role model ini diperlukan baik di pemerintahan, maupun di masyarakat sendiri.

    "Harus ada role model, apa itu di pemerintahan atau itu di private sektor," kata Donny, kata Donny dalam diskusi daring 'Momentum Wujudkan Revolusi Mental', Sabtu 13 Juni 2020.

    Menurut Donny role model bukan hanya bisa dilekatkan dengan sebuah sosok, namun bisa jadi dalam gerakan inisiasi bertujuan kepentingan bersama yang bisa dijadikan contoh untuk kebiasaan baru.

    Donny mengatakan kuncinya adalah menumbuhkan rasa gotong royong, saling membantu, kendati dalam kondisi sulit. "New normal ini bukan hanya ada protokol kesehatan, tapi kebiasaan kita membantu sesama di saat krisis," ujarnya.

    Psikolog asal Universitas Indonesia Devie Rahmawati mengatakan role model memang diperlukan oleh masyarakat Indonesia yang bersifat komunal. Ia menyebut bahwa komunalitas ada dalam DNA masyarakat Indonesia.

    Komunalitas di Indonesia, menurutnya, punya karakteristik yang unik, yakni masyarakatnya menghargai hierarki sosial. Sehingga role model bisa dibentuk dengan membuat pelatihan bagi orang-orang dengan strata sosial tinggi dalam sebuah kelompok.

    "Role model ini dipastikan didik terlebih dulu. Jangan sampai mereka jadi lokomotif yang tidak pas, tidak sesuai dengan tujuan pemerintah. Karena masyarakat kita sangat seperti lokomotif dan gerbong," ujarnya dalam diskusi yang sama.


     

     

    Lihat Juga