Ini Kesaksian Satpam PDIP di Pengadilan Soal Harun Masiku

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    Pria yang diduga Harun Masiku menggunakan kaos lengan panjang biru tua serta celana dan sepatu sport hitam, dan menenteng tas seukuran laptop dan kantong belanja. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Satuan Pengamanan Kantor DPP PDIP Nurhasan mengaku sempat menelepon Harun Masiku pada 8 Januari 2020. Hal itu ia sampaikan saat bersaksi dalam sidang dengan terdakwa eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan, Kamis, 11 Juni 2020.

    Nurhasan yang bersaksi lewat konferensi video mengatakan menelepon Harun karena disuruh dua pria asing berbadan tegap di pos keamanan, Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat.

    Nurhasan kerap mengaku lupa dengan percakapannya dengan Harun. Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi Takdir Suhan pun beberapa kali membacakan berita acara pemeriksaan Nurhasan di proses penyidikan. Begini percakapan keduanya di sidang:

    Jaksa: Apakah saksi pernah menyampaikan, 'Pak ini ada amanat?'

    Nurhasan: Iya itu (disuruh) orang itu di pos jaga

    Jaksa: Apakah sempat menyampaikan, bapak HP-nya harus direndam air terus Bapak stand by di DPP?

    Nurhasan: Wah lupa saya Pak.

    Jaksa: Tapi di BAP betul ya, saksi pernah menyampaikan bilang bapak, HP-nya harus direndam di air terus Bapak standby di DPP?

    Nurhasan: Lupa saya Pak, kayanya gitu deh Pak.

    Jaksa: Lalu dijawab Harun Masiku 'ya oke disimpan di mananya?' Saksi jawab lagi, direndam di air pak, di air ya pak, di air pak. Betul ya ada ucapan itu ya?

    Nurhasan: Iya pak disuruh sama yang dua orang itu Pak. Dua orang itu yang nuntun saya pak. pokoknya ikut kata dia pak.

    Jaksa: Kemudian saksi menjawab, ga tau deh saya, bilangnya direndam aja. Selanjutnya Harun Masiku bilang gini aja, Pak Hasan segera ini, itu kita ke itu, ke apa namanya, aduh? begitu ya globalnya?

    Nurhasan: Iya

    Jaksa: Kemudian saksi bilang lagi, halo pak, dijawab oleh Harun masiku naik motor aja Pak. Ada penyampaian demikian?

    Nurhasan: Benar Pak

    Jaksa kembali membacakan BAP Nurhasan saat diperiksa penyidik KPK. Dalam percakapan itu, Nurhasan dan Harun memastikan tempat mereka akan bertemu. Sempat ada rencana mereka bertemu di DPP PDIP, disebut pula sebuah lokasi di Jalan Sutan Sjahrir.

    Jaksa: Selanjutnya Harun bertanya, 'Bapak di mana?' Saksi menjawab Bapak lagi di luar. Itu bapak siapa ya maksudnya?

    Nurhasan: Ya itu dua orang itu Pak. Kita kan ikut arahan dia.

    Jaksa: Dijawab lagi oleh Harun masiku, 'Bapak suruh ke mana?' Di sini saksi, perintahkan Pak Harun stand by di DPP, lalu hapenya harus direndam di air, betul demikian?

    Nurhasan: Saya lupa itu Pak

    Jaksa: Tapi tadi itu di BAP saksi ya?

    Nurhasan: Iya

    Jaksa: Dijawab Harun lagi, 'di mananya?' Lalu saksi menjawab: terserah Bapak, apa mau saya rendamin, apa gimana? Betul saksi sempat menawarkan bantu Harun merendam?

    Nurhasan: Lupa saya Pak, pokoknya saya ikut arahan dua orang itu aja Pak.

    Jaksa: Kemudian Harun Masiku bilang, Bapak meluncur sekarang, saya tunggu di dekat Teuku Umar, naik motor aja', betul begitu?

    Nurhasan: Iya betul Pak.

    Jaksa: Harun Masiku kemudian minta bertemu di pompa bensin dekat Hotel Sofyan?

    Nurhasan: Iya

    Pada akhirnya, Nurhasan bersama dua pria tegap meluncur ke kawasan di dekat Masjid Cut Meutia tersebut. Menurut Nurhasan, di sana Harun Masiku menyerahkan sebuah tas laptop. Tas itu kemudian diberikan kepada dua pria tegap tadi. Menurut Nruhasan setelah itu mereka berpisah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Lengkap Harga Mobil Toyota Tanpa PPnBM, dari Avanza hingga Vios

    Relaksasi Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil berlaku pada 1 Maret 2021. Terdapat sejumlah model mobil Toyoto yang mendapat diskon pajak.