HP Satpam PDIP yang Dipakai untuk Telepon Harun Masiku Hilang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria yang diduga Harun Masiku terekam kamera CCTV di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengakui rekaman CCTV berada Bandara Soekarno-Hatta. Istimewa

    Pria yang diduga Harun Masiku terekam kamera CCTV di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta. Senior Manager Of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengakui rekaman CCTV berada Bandara Soekarno-Hatta. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Satuan Pengamanan Kantor DPP PDIP Nurhasan mengatakan ponselnya hilang saat sedang jalan-jalan di Car Free Day. Ponsel itu pernah dipakai untuk menelepon buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Harun Masiku.

    "Hilang, Pak. Kalau ga salah lagi Car Free Day," kata Nurhasan saat bersaksi lewat konferensi video dalam sidang kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020.

    Nurhasan mengatakan dia baru menyadari ketika sampai di rumah. Dia mengatakan sempat menghubungi nomor ponselnya itu, namun sudah tidak aktif. "Pas sampai rumah lah handphone kagak ada, sampai ngebel-ngebel udah enggak aktif," kata dia.

    Di akhir sidang, hakim sempat mempertanyakan keberadaan barang bukti berupa ponsel tersebut. Namun, ponsel itu tak bisa dijadikan barang bukti karena sudah tidak ada.

    Seusai sidang, jaksa KPK Takdir Suhan menjelaskan ponsel merek Xiaomi milik Nurhasan hilang saat acara Car Free Day 12 Januari 2020. Itu hanya tiga hari setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan kepada Wahyu Setiawan dan sejumlah orang lainnya.

    Lewat ponsel itu, Nurhasan pernah menelepon Harun Masiku saat KPK melakukan OTT pada 8 Januari 2020. Saat itu, KPK sudah menangkap Wahyu, namun keberadaan Harun masih diburu.

    Pada waktu magrib, dua orang berbadan tegap mendatangi Nurhasan di pos keamanan Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat. Mereka memerintahkan Nurhasan menelepon Harun. Lewat Nruhadan, mereka juga memerintahkan Harun untuk merendam ponselnya ke air.

    Lewat sambungan telepon pula, Nurhasan dan dua pria berbadan tegap bersepakat untuk bertemu Harun di dekat Masjid Cut Meutia, Jakarta. Dalam pertemuan, Harun memberikan tas laptop ke Nurhasan. Nurhasan lalu memberikan tas itu ke kedua pria tadi. Setelah itu, mereka berpisah. Hingga sekarang, Harun masih buron.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.