Satpam PDIP Benarkan Harun Masiku Disuruh Merendam HP di Air

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    Pria diduga Harun Masiku, tersangka suap mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan terekam oleh CCTV di selasar Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 7 Januari 2020. Pria yang diduga Harun Masiku terlihat pada pukul 17.15 WIB. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Satuan Pengamanan Kantor DPP PDIP, Nurhasan, mengatakan ada dua orang pria berbadan tegap yang memerintahkan dia menghubungi Harun Masiku.

    Nurhasan mengatakan dua orang ini juga mendikte apa saja yang mesti dia sampaikan kepada Harun.

    Jaksa KPK pun menanyakan kepada Nurhasan apakah benar ada perintah kepada Harun Masiku agar merendam telepon seluler miliknya ke air. menjawab pertanyaan ini, Nurhasan mengatakan memang ada perintah seperti itu.

    "Iya Pak, disuruh sama yang dua orang itu Pak. Dua orang itu yang nuntun saya Pak. Pokoknya ikut kata dia Pak," kata Nurhasan saat bersaksi untuk terdakwa mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Kamis, 11 Juni 2020. 

    Nurhasan mengaku didatangi oleh dua pria tegap tak dikenal pada 8 Januari 2020. Kedua pria itu meminta Nurhasan untuk menelepon seseorang yang belakangan diketahui adalah Harun Masiku. "Mereka agak tinggi, agak gemuk, dedeg-lah," kata Nurhasan 

    Nurhasan bercerita baru saja pulang dari persiapan Kongres PDIP di Kemayoran, ketika dua orang misterius mendatanginya di pos keamanan di Rumah Aspirasi, Jakarta Pusat menjelang magrib, 8 Januari 2020.

    Di saat yang sama, tim penindakan KPK baru saja menangkap Wahyu di Bandara Soekarno-Hatta dan sedang memburu Harun Masiku.

    Nurhasan bercerita baru saja mengambil wudu, lalu mengisi ulang daya hapenya di pos keamanan. Tiba-tiba dua orang berbadan tegap itu mendatangi pos keamanan mencari Harun.

    Nurhasan mengaku sempat menanyakan identitas dan keperluan dua orang tersebut. Tapi, mereka tak menjawab. "Dia kurang bersahabat," ujar Nurhasan.

    Menurut Nurhasan kedua orang ini malah masuk ke pos keamanan. Mereka menanyakan apakah mengenal dan memiliki nomor Harun. Nurhasan menjawab tidak kenal. Kedua orang tersebut kemudian memasukkan nomor Harun ke ponsel Xiaomi milik Nurhasan dan meminta Nurhasan berbicara dengan Harun di ujung telepon.

    Lewat telepon itu pula, Nurhasan dan Harun akhirnya membuat rencana untuk segera bertemu di Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat. Nurhasan berangkat memakai sepeda motor. Dua pria tegap tadi mengikutinya dari belakang juga menggunakan sepeda motor.

    Sesampainya di Cut Mutia dekat Hotel Sofyan, Nurhasan menghampiri Harun yang berada di sebuah mobil. Harun memberikan sebuah tas laptop. Nurhasan kemudian menyerahkan tas itu kepada dua orang pria yang tak dikenal tadi. Setelah itu, Nurhasan mengatakan mereka berpisah dan kembali ke pos keamanannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.