Ma'ruf Amin Sebut New Normal akan Lebih Sulit dari PSBB, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. ANTARA

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 23 Maret 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mewanti-wanti masyarakat bahwa transisi menuju kehidupan dengan tatanan baru (new normal) akan lebih sulit daripada ketika pembatasan sosial berskala besar atau PSBB diterapkan.

    “Makanya masyarakat harus lebih siap menjaga dirinya dan menaati protokol kesehatan, lebih dari waktu kemarin-kemarin. Kalau bahasa agamanya, harus benar-benar sami'na wa atho'na,” ujar Ma’ruf dalam pertemuan daring dengan wartawan, Senin, 8 Juni 2020.

    Saat new normal, ujar Ma’ruf, kesadaran masyarakat akan sangat dibutuhkan dalam mencegah penyebaran Covid-19. Sebab, rumah ibadah, tempat kerja, dan sejumlah fasilitas umum mulai dibuka.

    Kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan menjadi kunci memutus rantai penyebaran Covid-19.

    Ma’ruf Amin pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak dan memakai masker jika berpergian keluar rumah.

    “Saya mohon itu. Situasi sekarang ini lebih sulit dari pada kemarin. Kemarin kan semua kerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Sekarang kan tidak. Patuh terhadap protokol kesehatan menjadi sangat penting,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.