Bukan hanya Orang, Provinsi juga PDP Covid-19: Apa Kriterianya?

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo (dua kiri), bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengamati Robot AUMR yang diserahterimakan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa 2 Juni 2020. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Doni Monardo (dua kiri), bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengamati Robot AUMR yang diserahterimakan kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa 2 Juni 2020. (ANTARA Jatim/Hanif Nashrullah)

    TEMPO.Co, Jakarta-Pemerintah menetapkan empat provinsi dalam kategori pengawasan karena penularan Covid-19 tergolong tinggi. Bukan hanya itu, jumlah penularan setiap harinya juga relatif banyak. Banyaknya kluster penularan juga membuat keempat provinsi ini masuk kategori pengawasan.

    "Sekarang ini bukan hanya orang yang dalam pengawasan, tetapi sekarang ada juga yang disebut PDP, Provinsi Dalam Pengawasan," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad, 7 Juni 2020.

    Muhadjir Effendy menyebut ada empat provinsi yang masuk kategori dalam pengawasan. Keempatnya, yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan

    Muhadjir mengatakan ditugasi Presiden Joko Widodo untuk mengawasi keempat provinsi itu bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo. Muhadjir berkata pengawasan perlu dilakukan karena kasus penularan di keempat provinsi itu tergolong tinggi.

    Ia meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melibatkan ahli epidemologi, sosiologi, psikologi dan ekonomi untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta tiga provinsi mendapat perhatian khusus dalam hal percepatan penanggulangan Covid-19 dari Gugus Tugas. Ketiga daerah tersebut adalah Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

    "Tolong ini jadi perhatian khusus, sehingga angka penyebaran bisa lebih turun lagi," ujar Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas Covid-19, yang digelar secara teleconference, Rabu, 4 Juni 2020. Tak hanya Gugus Tugas, Jokowi juga meminta pada kementerian hingga TNI-Polri untuk memberi perhatian khusus pada ketiga daerah tersebut.

    Menurut data Gugus Tugas Covid-19 hingga Ahad, 7 Juni 2020, jumlah pasien positif Corona di Jawa Timur mencapai 5835 orang, Sulawesi Selatan 1840 orang, Kalimantan Selatan 1247, dan Sumatera Selatan 1104 orang.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.