Tes Cepat 1.515 Warga Surabaya, 123 Reaktif Virus Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat peta peyebaran kasus COVID-19 melalui ponsel pada laman radarcovid19.jatimprov.go.id di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 21 Mei 2020. Tambahan 451 kasus positif ini tersebar di sejumlah daerah di Jatim, di antaranya Surabaya (311 kasus), Sidoarjo (57 kasus), Gresik (27 kasus), Kabupaten Probolinggo (31 kasus), serta sejumlah wilayah lainnya. ANTARA/Moch Asim

    Warga melihat peta peyebaran kasus COVID-19 melalui ponsel pada laman radarcovid19.jatimprov.go.id di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 21 Mei 2020. Tambahan 451 kasus positif ini tersebar di sejumlah daerah di Jatim, di antaranya Surabaya (311 kasus), Sidoarjo (57 kasus), Gresik (27 kasus), Kabupaten Probolinggo (31 kasus), serta sejumlah wilayah lainnya. ANTARA/Moch Asim

    TEMPO.CO, Surabaya - Sebanyak 123 orang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil tes cepat massal Covid-19 yang dilakukan Badan Intelijen Negara (BIN) di dua titik di Kota Surabaya, Minggu 7 Juni 2020. Mereka diarahkan untuk dites lebih lanjut dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) bersama sejumlah orang tambahan dari rujukan Puskesmas setempat.

    “Hari ini merupakan hari kesepuluh tes cepat massal dan tes swab yang digelar BIN,” ucap Wulan, seorang dokter yang menangani tes tersebut.

    Dalam keterangan tertulis yang dibagikan Head of Medical Intelligence, Sri Wulandari, sebanyak 123 orang tersebut berasal dari total 1.515 warga Surabaya yang diperiksa sepanjang hari itu. Mereka berasal dari 720 orang yang mengikuti rapid test di kantor Kecamatan Kenjeran dan 795 orang di Jalan Patimura.

    Tes cepat berdasarkan deteksi antibodi dalam darah digelar BIN di Surabaya sejak 29 Mei 2020 dan dijadwalkan berakhir 5 Juni 2020. Namun karena masih tingginya kasus Covid-19 diperpanjang hingga 15 Juni 2020. Kegiatan tes cepat massal ini didukung tenaga medis, analis laboratorium, dan tenaga pendukung 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota BIN Daerah Jawa Timur.

    Selain itu, sebuah mobil laboratorium Biosafety Level 2 (BSL-2) bersertifikat internasional juga melengkapi tim dari BIN tersebut. Setiap harinya, BIN menyiapkan 1.000-3.000 alat tes cepat beserta dua mobil laboratorium untuk tes PCR atau swab.

    Terpisah, Gubernur yang juga Ketua Satuan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan empat daerah di Jawa Timur berstatus zona kuning atau kategori risiko penularan rendah. Keempatnya adalah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Ngawi, Kota Blitar, dan Kota Madiun.

    Di empat daerah tersebut tidak ada penambahan kasus positif baru dalam sepekan terakhir. Khofifah berharap kondisi tersebut terus terjaga dan dapat dengan cepat kembali turun menjadi zona hijau atau tidak terdampak Covid-19.

    "Kalau sudah zona hijau, tak ada pasien terkonfirmasi positif, orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP)," ucapnyai Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu malam.

    Selain zona kuning, gugus tugas provinsi juga memberikan status zona oranye atau kategori sedang. Seluruhnya ada 19 daerah di antaranya Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Jombang, Kota Mojokerto, Sumenep, Kota Pasuruan, Banyuwangi, Kota Malang, dan Pacitan.

    Sedangkan Surabaya dan 15 daerah lainnya berada dalam zona merah atau kategori risiko tinggi. Tetangga Surabaya yakni Sidoarjo dan Gresik ada di zona ini. 

    Sementara itu, data penanganan Covid-19 di Jawa Timur hingga Minggu pukul 17.00 WIB, terdapat tambahan 105 kasus baru sehingga secara keseluruhan jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 5.940 orang. Kemudian, jumlah pasien sembuh 1.499 orang (25,24 persen) dan yang meninggal secara keseluruhan mencapai 502 orang (8,45 persen).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.