Ini Alasan Risma Tak Ingin PSBB Surabaya Diperpanjang

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan pabrik rokok kretek PT Digjaya Mulia Abadi mitra PT HM Sampoerna di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2020. Sebelumnya dikabarkan 77 karyawan pabrik rokok Sampoerna di Surabaya positif corona pada awal Mei 2020. ANTARA/Siswowidodo

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan pabrik rokok kretek PT Digjaya Mulia Abadi mitra PT HM Sampoerna di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2020. Sebelumnya dikabarkan 77 karyawan pabrik rokok Sampoerna di Surabaya positif corona pada awal Mei 2020. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani atau Risma akan mengusulkan agar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota tersebut tak diperpanjang.

    "Mudah-mudahan usulan saya diterima. PSBB tak diperpanjang, tapi protokol kesehatannya harus diperketat," kata Risma saat meninjau renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Ahad, 7 Juni 2020.

    Risma akan membawa usul ini dalam rapat yang akan digelar di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada malam ini.

    Risma mengatakan tak bisa memperpanjang PSBB di Kota Surabaya yang sudah berjalan tiga tahap ini karena berdampak pada permasalahan ekonomi warga yang harus bisa mencari makan. Selain itu, tren kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya terus naik.

    Meskipun nanti PSBB itu dilonggarkan, kata dia, tapi protokol kesehatan harus terus diperketat, termasuk di hotel, restoran, mal, warung dan berbagai bidang lainnya.

    "Bahkan, nanti kita juga atur pembayarannya, cara menggunakan uang dan cara menerima uangnya itu," ujarnya.

    Selain itu, Risma juga mengaku masih terus mengupayakan untuk menggelar rapid test massal, khusus bagi pegawai mal, pegawai toko swalayan, pasar swalayan dan pegawai toko-toko yang ada di Surabaya.

    Sehingga, kata dia, apabila nanti kembali ke kondisi normal atau new normal seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, maka warga yang akan membeli tidak khawatir lagi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?