Cara Risma Tingkatkan Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter gigi mengenakan APD sebelum memeriksa pasiennya di salah satu klinik di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 15 Mei 2020. Penggunaan APD tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA/Zabur Karuru

    Seorang dokter gigi mengenakan APD sebelum memeriksa pasiennya di salah satu klinik di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 15 Mei 2020. Penggunaan APD tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma mengungkapkan sejumlah cara yang dilakukannya untuk meningkatkan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Surabaya. 

    “Tuhan mengizinkan warga kami yang semula sakit, kini sudah lebih dari 540 orang dalam 2 hari yang sembuh,” kata Risma dalam telekonferesi di acara 'Ini Budi' pada Sabtu lalu, 6 Juni 2020.

    Risma menerangkan sejak awal Juni 2020 hingga sekarang hampir 1.000 pasien Covid-19 di Surabaya yang sembuh. Salah satu langkah yang dilakukannya adalah isolasi dan pengawasan yang ketat. 

    Pemkot Surabaya, kata Risma, bekerjasama dengan pengurus RT-RW untuk mengawasi pasien dengan gejala ringan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. 

    Pemerintah lantas memberikan bantuan berupa peralatan, seperti sisir, sabun cuci, sikat gigi, piring, dan gelas agar tidak bercampur dengan anggota keluarga pasien.

    Pasien yang diisolasi tadi juga akan mendapat bantuan makan tiga kali sehari. Petugas dari puskesmas lalu mengontrol kondisi mereka 3 hari sekali.

    “Tiap hari kami berikan vitamin, jamu dan telur untuk pasien."

    Risma juga melibatkan aparat  TNI dan Polri, seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), untuk mengawasi pasien isolasi mandiri agar mereka tidak keluar rumah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.