Tegal Bersiap New Normal, 40 TNI-Polri akan Jaga Setiap Mal

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan melintas samping pembatas  jalan di kawasan  perempatan Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020.  Sejak diberlakukan  penutupan jalan masuk ke Alun-alun Kota Tegal  dan pengalihan jalur di sejumlah jalan protokol untuk antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA

    Kendaraan melintas samping pembatas jalan di kawasan perempatan Alun-alun Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat, 27 Maret 2020. Sejak diberlakukan penutupan jalan masuk ke Alun-alun Kota Tegal dan pengalihan jalur di sejumlah jalan protokol untuk antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan pemerintah kota sudah mempunyai beberapa rencana untuk dalam era kenormalan baru atau New Normal. Salah satunya adalah dengan menempatkan personel TNI dan Polri di pusat perbelanjaan.

    "Kami mengerahkan 40 personel TNI-Polri serta enam orang tim medis untuk setiap satu mal," kata Dedy Yon dalam diskusi daring Ngobrol @Tempo dengan tema 'Bersiap Menuju Normal Baru', Kamis, 4 Juni 2020.

    Puluhan personel itu, kata Dedy, dibagi menjadi dua jam kerja. Setiap sif-nya diikuti oleh 20 personel TNI-Polri dan tiga orang tenaga kesehatan.

    Dedy mengatakan di setiap satu pusat perbelakaan akan dilengkapi dengan pusat layanan kesehatan dan mobil ambulans.

    Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan pada 27 Mei 2020 kemarin, Presiden Jokowi memang memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu mendisiplinkan masyarakat dalam rangka kenormalan baru.

    Agus menjelaskan dalam menjalankan tugasnya setiap personel TNI dan Polri diminta untuk mengedepankan tindakan persuasif. "Utamakan persuasif, edukatif, humanis, dan hindari tindakan yang kontraproduktif," ucap dia.

    Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Endang L. Achadi mengatakan saat ini masyarakat tidak memiliki pilihan kecuali membiasakan diri dengan kenormalan baru. Pasalnya belum diketahui kapan pandemi Corona ini akan berakhir. "Apakah siap atau tidak itu hal lain tapi new normal memang harus dihadapi," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.