New Normal, Satu Mal di Kota Tegal Dijaga 40 Tentara dan Polisi

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono (kiri) meninjau pemasangan beton saat isolasi wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu, 29 Maret 2020. Isolasi wilayah dilakukan dengan menutup sebanyak 50 titik jalan masuk ke Kota Tegal dan hanya dibuka satu jalan yaitu jalan Proklamasi dengan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan sebelum memasuki wilayah kota tersebut untuk antisipasi penyebaran COVID-19.  ANTARA

    Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono (kiri) meninjau pemasangan beton saat isolasi wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah, Minggu, 29 Maret 2020. Isolasi wilayah dilakukan dengan menutup sebanyak 50 titik jalan masuk ke Kota Tegal dan hanya dibuka satu jalan yaitu jalan Proklamasi dengan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan sebelum memasuki wilayah kota tersebut untuk antisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan sudah mempunyai persiapan dalam menyambut era kenormalan baru (new normal ) mencegah penyebaran Covid-19. Salah satunya adalah dengan menempatkan personel TNI dan Polri di pusat perbelanjaan.

    "Kami mengerahkan 40 personel TNI-Polri serta enam orang tim medis untuk setiap satu mal," katanya dalam diskusi daring Ngobrol @Tempo dengan tema Bersiap Menuju Normal Baru, Kamis, 4 Juni 2020.

    Puluhan personel keamanan itu, kata Dedy, dibagi menjadi dua sif kerja. Setiap sifnya diikuti oleh 20 personel TNI-Polri dan tiga orang tenaga kesehatan. Dedy berujar, tiap satu mal akan dilengkapi dengan pusat layanan kesehatan dan mobil ambulans.

    Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan pada 27 Mei 2020 kemarin, Presiden Jokowi memamg memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu mendisiplinkan masyarakat dalam rangka kenormalan baru. Agus menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, setiap personel TNI dan Polri diminta untuk mengedepankan tindakan persuasif. "Utamakan persuasif, edukatif, humanis, dan hindari tindakan yang kontraproduktif," ucap dia.

    Sementara itu Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Endang L. Achadi mengatakan saat ini masyarakat tidak memiliki pilihan kecuali membiasakan diri dengan kenormalan baru. Sebab, belum diketahui kapan pandemi corona ini akan berakhir. "Apakah siap atau tidak itu hal lain tapi new normal memang harus dihadapi," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.