Teror ke Akademisi Menguat, LP3ES Sarankan Dosen Bentuk Jaringan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembungkaman kebebasan berpendapat. Shutterstock.com

    Ilustrasi pembungkaman kebebasan berpendapat. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Center for Media and Democracy Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Wijayanto mengimbau kepada seluruh dosen atau akademisi untuk membangun jejaring sosialisasi yang kuat. Baik ke sesama akademisi maupun ke masyarakat.

    Saran itu Wijayanto utarakan setelah melihat banyaknya peristiwa teror, ancaman atau intimidasi kepada para akademisi, yang terjadi belakangan ini.

    "Para akademisi mungkin perlu introspeksi juga, saya pikir barangkali karena tidak memiliki serikat dosen atau serikat akademisi yang kuat, yang meliputi mayoritas dosen. Jadi semua terpisah-pisah, itu harus diakui," ujar Wijayanto melalui diskusi daring pada Senin, 1 Juni 2020.

    Kemudian catatan lainnya, kata Wijayanto, adalah ketika pikiran para akademisi tidak disetujui oleh publik secara umum. Ia mencontohkan ketika sebagian besar para akademisi tidak setuju dengan revisi UU KPK, tetapi justru masyarakat mendukung.

    "Jangan-jangan memang para akademisi jauh dari masyarakat? Sehingga pikiran akademisi tidak sampai ke publik," kata Wijayanto.

    Sementara, kata Wijayanto, dua organisasi masyarakat Islam yang juga tak setuju dengan revisi UU KPK, justru mampu membuat masyarakat mengubah pikirannya.

    Alhasil, Wijayanto mengatakan, sampai saat ini, pikiran para akademisi hanya memiliki pengaruh kuat di internal kampus. "Para akademisi juga harus punya akar di masyarakat," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.