Cambuk Warga Tak Bermasker dengan Rotan, Polisi Diperiksa Propam

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menginstruksikan warga untuk menjaga jarak (physical distancing) saat warga mengantre untuk mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah di kantor pos di Bandung, Jawa Barat, 22 Mei 2020. Kerumunan warga itu terjadi saat Pemprov Jawa Barat tengah memberlakukan PSBB. TEMPO/Prima Mulia

    Polisi menginstruksikan warga untuk menjaga jarak (physical distancing) saat warga mengantre untuk mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah di kantor pos di Bandung, Jawa Barat, 22 Mei 2020. Kerumunan warga itu terjadi saat Pemprov Jawa Barat tengah memberlakukan PSBB. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta- Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Maluku tengah memproses delapan anggotanya yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga ketika melaksanakan penertiban terkait Covid-19. Oknum anggota polisi tersebut memberikan teguran disertai hukuman pecutan dengan rotan kepada warga yang tidak mengenakan masker saat berada di pasar.

    "Polda Maluku menyesali atas perbuatan oknum anggota tersebut. Atas hal tersebut beberapa oknum anggota Polda Maluku telah diamankan dan diproses," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Maluku Komisaris Besar Muhamad Rum Ohoirat saat dikonfirmasi pada Jumat, 29 Mei 2020.

    Rum menuturkan, hukuman secara fisik itu bukan kebijakan dari institusinya atau Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat. "Itu dilakukan di luar kendali oleh Polda Maluku dan seharusnya tidak terjadi," ucap Rum.

    Sebuah video yang merekam aksi hukuman fisik itu pertama kali beredar di media sosial Twitter. Pemilik akun @dilaranghidup menggunggah video tersebut pada 28 Mei 2020.

    Dari video tersebut, terlihat saat sejumlah oknum anggota polisi berkeliling di kawasan pasar sambil membawa rotan. Mereka kemudian mendapati ada pengunjung pasar yang tak mengenakan masker, dan oknum anggota polisi pun memberikan teguran dan sanksi pecutan rotan.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.