Kemendikbud Tegaskan Tak akan Geser Tahun Ajaran Baru ke 2021

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di SMK Negeri 27 Jakarta, Selasa, 21 April 2020. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah sekolah sebagai tempat tinggal tenaga medis dan ruang isolasi pasien COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan di SMK Negeri 27 Jakarta, Selasa, 21 April 2020. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sejumlah sekolah sebagai tempat tinggal tenaga medis dan ruang isolasi pasien COVID-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan tak akan memundurkan tahun ajaran baru 2020/2021. Kementerian tetap akan memulai tahun ajaran baru pada pekan ketiga Juli 2020, sesuai kalender pendidikan.

    "Kami tidak memundurkan tahun ajaran baru ke Januari 2021," kata Pelaksana tugas Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad via telekonferensi, Kamis, 28 Mei 2020.

    Hamid mengatakan banyak efek sampingan jika Kementerian memundurkan tahun ajaran baru.

    Saat ini, kata dia, pengumuman kelulusan siswa SMA dan SMP sudah dilakukan dan sebentar lagi akan ada pengumuman kelulusan siswa SD. Hasil SNMPTN juga sudah diumumkan, sedangkan SBMPTN akan berlangsung awal Juli 2020. "Pelajar-pelajar tentu harus menganggur jika tahun ajaran baru diundur."

    Sebelumnya, petisi online yang meminta Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Nadiem Makarim menunda tahun ajaran baru 2020 dengan alasan mencegah Covid-19 menguat. Di laman Change.org, petisi yang diinisiasi Hana Handoko ini telah ditandatangani 35.740 orang.

    Dalam petisinya, Hana mengungkap data penyebaran Covid-19 di kalangan siswa di sejumlah negara.

    Dia mengutip dua berita yang mengabarkan 70 siswa tingkat TK dan SD terpapar Covid-19, setelah Prancis membuka kembali sekolah-sekolah pada 11 Mei 2020.

    Pada akhirnya, 18 Mei 2020 Prancis memberlakukan kembali status lockdown.

    Kemudian, 17 siswa dan 4 orang guru juga terpapar Covid-19 dalam dua hari setelah Finlandia membuka kembali sekolah. “Melihat dua kasus ini, apakah pemerintah yakin untuk membuka kembali tahun ajaran baru seperti biasanya? tulis Hana dalam petisi tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.