Tak Kantongi SIKM, 4.063 Kendaraan Menuju Jakarta Diputar Balik

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian dan Dishub Jakarta memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan juga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta saat razia plat nomor kendaraan luar Jakarta di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. Pengendara yang tidak memiliki SIKM Jakarta kemudian diputar balik agar tidak memasuki wilayah ibu kota. ANTARA

    Petugas kepolisian dan Dishub Jakarta memeriksa surat kelengkapan kendaraan dan juga Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta saat razia plat nomor kendaraan luar Jakarta di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020. Pengendara yang tidak memiliki SIKM Jakarta kemudian diputar balik agar tidak memasuki wilayah ibu kota. ANTARA

    TEMPO.CO, BandungKepolisian Daerah Jawa Barat telah memutarbalikkan 4.063 kendaraan karena tidak mengantungi Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) pada operasi penyekatan di hari ketiga. Sejumlah kendaraan itu berasal dari wilayah Jawa Barat yang hendak ke DKI Jakarta.

    Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Eddy Djunaedi mengatakan, operasi penyekatan telah dilakukan sejak tanggal 25 Mei 2020. Polda Jawa Barat mendirikan 24 pos penyekatan di sejumlah titik.

    "Paling banyak yang terjaring di jalur tol," ujar Eddy saat dihubungi Tempo, Rabu, 27 Mei 2020.

    Menurut Eddy, kendaraan yang dipaksa untuk putar balik setiap harinya mengalami peningkatan. Di hari pertama operasi, Polda Jabar telah memutarbalikkan kendaraan sebanyak 2.652, dan di hari berikutnya 1.411 kendaraan dipaksa menghentikan perjalanannya.

    "Bagi pengemudi kendaraan yang tak punya SIKM harus putar balik. Saya rasa ini efektif untuk menahan laju penularan Covid-19 di Jakarta," ucapnya.

    Eddy menyebutkan, kendaraan yang dipaksa putarbalik tersebut merupakan pemudik dari DKI Jakarta yang lolos pemeriksaan sebelum tanggal 24 April 2020. Kini, mereka kembali ke ibu kota untuk bekerja kembali. "Jadi, kami duga mereka yang berhasil mudik sebelum tanggal 24 April," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.