21 Laboratorium Belum Laporkan Hasil Uji Spesimen Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada 21 laboratorium yang belum melaporkan hasil uji spesimen Covid-19. “Meski mereka melakukan pemeriksaan, namun pelaporan belum sampai di tempat kita,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Rabu, 27 Mei 2020.

    Yurianto mengatakan, ia sudah menghubungi laboratorium yang belum memberikan laporan. Berdasarkan data Gugus Tugas, ada 135 laboratorium yang melakukan pemeriksaan. Per 27 Mei, ada 14.313 spesimen yang telah diperiksa, sehingga akumulasinya menjadi 278.411 spesimen dari 195.518 orang.

    Pelaporan hasil spesimen ini, kata Yurianto, penting dalam kaitan pemeriksaan yang masif. Sebab, pemeriksaan yang masif akan berujung pada pelacakan kasus Covid-19 yang agresif. Hasilnya isolasi yang ketat. “Ini cara mengurangi sumber penularan di masyarakat,” ujarnya.

    Karena pemeriksaan masif belum bisa dilakukan sepenuhnya, Yurianto pun meminta kesadaran masyarakat bahwa terdapat orang-orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala atau OTG. Karena itu, masyarakat diminta melindungi diri, dengan menggunakan masker jika keluar rumah.

    Selain itu, upayakan tidak keluar rumah, menghindari kerumunan, menjaga jarak fisik dan kontak dengan orang lain, biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.