Penyebab Jumlah Pasien Covid-19 Melonjak 973 Orang

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  •  Ilustrasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melibatkan PT Jasa Medivest anak perusahaan BUMD PT Jasa Sarana dalam upaya pencegahan wabah virus Corona atau COVID-19 yakni dengan melayani pemusnahan limbah medis pasien dalam pengawasan (PDP) di sejumlah rumah sakit rujukan. ANTARA/HO Humas PT Jasa Medivest

    Ilustrasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melibatkan PT Jasa Medivest anak perusahaan BUMD PT Jasa Sarana dalam upaya pencegahan wabah virus Corona atau COVID-19 yakni dengan melayani pemusnahan limbah medis pasien dalam pengawasan (PDP) di sejumlah rumah sakit rujukan. ANTARA/HO Humas PT Jasa Medivest

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan penyebab penambahan pasien Covid-19 sebanyak 973 orang pada hari ini, Kamis, 21 Mei 2020.

    “Akibat adanya kelompok rentan, orang yang rentan tertular orang lain yang membawa virus ini,” kata Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan di akun Youtube BNPB hari ini.

    Dengan penambahan 973 kasus, maka total jumlah pasien Covid-19 sejak Maret silam mencapai 20.162.

    Menurut Yurianto kelompok rentan dengan angka kematian yang tinggi akibat Covid-19 terjadi pada usia di atas 60 tahun. Kebanyakan mereka meninggal karena memiiki penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, jantung, paru obstruktif kronis, dan gangguan napas lain.

    Dia menegaskan sulit mengetahui orang-orang yang membawa virus Corona, penyebab penyakit Covid-19.

    "Masyarakat agar cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sesering mungkin seusai menyentuh barang."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?