Dentuman di Bandung, Mbah Rono: Aktivitas Tangkuban Parahu Landai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Gunung Api, Surono. TEMPO/Prima Mulia

    Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Gunung Api, Surono. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Suara dentuman misterius terdengar di sejumlah daerah di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Mei 2020. Namun, pakar vulkanologi Surono atau biasa disapa Mbah Rono mengatakan tak mendengar suara yang dilaporkan masyarakat tersebut.

    "Jujur saya tidak dengar. Saya tinggal di sekitaran Jalan Gegerkalong Hilir (Bandung). Jika melihat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu kok landai-landai saja ya. enggak tahuini suara apa," kata Mbah Rono saat dihubungi Tempo.

    Dentuman misterius tersebut terdengar antara pukul 08.00-10.30 WIB. Beberapa warga net melaporkan suara dentuman tersebut. Bahkan ada yang menyertakan rekaman video.

    Meski begitu, Mbah Rono meyakini dentuman bukan berasal dari aktivitas Gunung Tangkuban Parahu. "Yang pasti Gunung Tangkuban tidak meletus," kata dia.

    Beberapa laporan adanya dentuman ini muncul dari netizen @sunan_911. Ia menulis, "Terdengar suara dentuman sekira pukul 09.30 WIB dengan frekuensi relatif teratur. Saya kira tadinya ada pengerjaan paku bumi di area proyek Podomoro. Ternyata se- Bandung mendengar hal yang sama."

    Warga net lainnya yang tinggal di Bandung Utara pun melaporkan hal serupa. "Agak lama juga durasinya jadi suaranya ada terus," kata seorang warganet @Moodyficent lewat pesan langsung Twiiter.

    Kata kunci dentuman menjadi trending nomor pertama di Twitter. Suara dentuman serupa juga pernah menjadi perbincangan ketika Gunung Anak Krakatau meletus. Suara menggema ini juga pernah terdengar di Jawa Tengah pada 11 Mei. Hingga sekarang masih ada silang pendapat soal sumber suara tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.