Wabah Covid-19, Pemerintah akan Bebaskan Aktivitas Anak Muda

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak muda dan gadget. Shutterstock

    Ilustrasi anak muda dan gadget. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19  Doni Monardo, mengatakan kelompok usia di bawah 45 tahun atau anak muda akan dibebaskan beraktifitas di tengah pandemi Covid-19.

    Menurut dia, itu upaya pemerintah untuk menanggulangi tingginya jumlah PHK atau pemutusan hubungan kerja.

    "Kelompok ini kami berikan ruang beraktivitas lebih banyak lagi sehingga potensi terkapar karena PHK bisa dikurangi," kata Doni usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi lewat telekonferensi hari ini, Senin, 11 Mei 2020.

    Doni menerangkan kelompok usia lanjut menjadi perhatian pemerintah. Dari data Gugus Tugas Covid-19, risiko kematian pasien usia 60 tahun ke atas mencapai 45 persen.

    Angka ini diikuti kelompok usia 46-59 tahun yang resiko kematiannya 40 persen.

    Kelompok usia yang rentan karena memiliki penyakit penyerta atau komorbit, antara lain hipertensi, diabetes, jantung, serta penyakit paru obstrasi kronis (PPOK) akibat merokok.

    Adapun kelompok muda berusia di bawah 45 tahun, dinilai Doni, lebih kuat menghadapi virus Corona dan Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.