Muhadjir Bicara Program Trisula untuk Tangani Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Muhadjir Effendy, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Terlihat di sebelah kiri Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. TEMPO/Subekti.

    Ekspresi Muhadjir Effendy, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019. Terlihat di sebelah kiri Luhut Binsar Panjaitan, Menko Kemaritiman dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menjelaskan pemerintah menetapkan program trisula atau tombak bermata tiga untuk penanganan Covid-19. 

    Sektor pertama adalah kesehatan. Sektor ini berkaitan dengan mencegah meluasnya penularan, memperkecil penyebaran, dan mempercepat penyelesaian Covid-19. Penanggung jawab sektor ini adalah BNPB dan Kementerian Kesehatan.

    "Untuk sektor ini, kita anggap sekarang sudah berada dalam rel yang benar dan itu sudah terlihat dengan kasus Covid-19 cenderung menurun," ujar Muhadjir dalam konferensi pers online, Jumat, 8 Mei 2020.

    Sektor kedua, adalah jaring pengaman sosial. Menurut Muhadjir, sektor ini menjadi perhatian khusus untuk saat ini. Sebab, penyaluran bantuan sosial belum maksimal.

    "Sementara, jaring pengaman sosial ini untuk mengatasi darurat sosial kemasyarakatan sebagai dampak dari Covid-19. Penanggungjawabnya Mensos dan Mendes PDTT," ujarnya.

    Sektor ketiga, ketahanan ekonomi. Di sektor ini, kata Muhadjir, pemerintah mengupayakan perekonomian tetap bertahan menghadapi pukulan Covid-19. Kata Muhadjir, kondisi ekonomi Indonesia saat ini ibarat mengalami hibernasi seperti beruang di kutub utara.

    "Hibernasi ekonomi ini seperti beruang kutub masuk ke musim dingin. Jadi, harus tidur, menghemat energi, memperlambat detak jantung dan menurunkan serendah mungkin panas tubuhnya supaya bisa bertahan hidup dan bangkit lagi setelah musim dingin berlalu," ujar Muhadjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.